Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan telah merampungkan verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada lima kecamatan di daerah tersebut.
"Saat ini DTSEN yang ada di Kabupaten Sigi sedang kami lakukan verifikasi dan validasi melalui musyawarah desa di masing-masing wilayah, sehingga hasilnya bisa lebih akurat nantinya," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Desa Kalukubula, Selasa.
Dari 16 kecamatan di Sigi, kata dia, yang sudah rampung pelaksanaan verifikasi tersebut sebanyak lima wilayah yakni Sigi Kota, Sigi Biromaru, Dolo, Dolo Barat, dan Marawola.
Ia menuturkan pelaksanaan verifikasi dan validasi tersebut melibatkan sejumlah pihak seperti BPS, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (DisDukcapil), dan Tim Penggerak PKK.
"Hasil sementara yang kami dapatkan bahwa terdapat 3.200 jiwa yang sudah meninggal dunia sejak lima tahun lalu yang harus kami hapus dari data kependudukan. Untuk menghapus data kependudukan yang sudah meninggal itu harus menggunakan data Dukcapil hasil verifikasi dan validasi tersebut," sebutnya.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi setiap desa, kata dia, akan menjadi dasar pemerintah daerah melakukan pengelompokan masyarakat kategori Desil 1 dan Desil 2.
Rizal menyebutkan masyarakat dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 berhak masuk ke Sekolah Rakyat di daerah tersebut, sehingga bisa menekan angka kemiskinan melalui pendidikan.
"Tentunya pemerintah daerah berusaha agar anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, maka orang tuanya ikut diberdayakan melalui program-program yang ada di Kementerian Sosial seperti PKH, bansos, dan BLT Kesra," kata Rizal.
Diketahui pemkab segera memulai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi berlokasi di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, dengan luas lahan 8 hektare pada Juli 2026 mendatang.