Palu (ANTARA) - Harry Akbar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sulawesi Tengah masa bakti 2026-2030 menggantikan Mohammad Affan.
Ketua Panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) ALTI Sulteng Yudidile menjelaskan proses pemilihan ketua telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi dan aturan yang berlaku.
“Pelaksanaan musprov terkait mekanisme pemilihan sudah sesuai aturan. Ada beberapa poin persyaratan yang harus dipenuhi calon yang mendaftar dan semuanya telah terpenuhi,” kata Yudidile di Palu, Sabtu.
Sementara itu Harry Akbar mengatakan kepengurusan baru ALTI Sulteng fokus pada penguatan organisasi, pembinaan atlet, hingga pengembangan event lari trail di kabupaten dan kota di wilayah tersebut.
Harry mengatakan setelah pembentukan kepengurusan, ALTI Sulteng akan menggelar kegiatan “Road to Porprov” sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Sebab kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, mulai dari kategori fun run hingga nomor yang nantinya dipertandingkan pada Porprov.
“ALTI sendiri pertama kali mendapatkan ruang dari KONI untuk cabang olahraga yang diadakan di Porprov, sehingga kami akan fokus menjaring atlet-atlet dan menyukseskan kegiatan Porprov ini,” ucap Harry.
Harry Akbar menambahkan pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas pecinta alam, hiking, dan komunitas lari trail di Sulawesi Tengah untuk memperkuat pengembangan olahraga tersebut.
Karena pihaknya menilai sinergi dengan komunitas penting dilakukan tidak hanya dalam penyelenggaraan event, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan alam yang menjadi lokasi kegiatan lari trail.
"Sebab memang Sulteng ini besar dan memiliki banyak lokasi potensial untuk pengembangan event lari trail, seperti kawasan Matantimali dan Salena. Ada juga ajang Tomori Trail Run yang kini memasuki musim kedua, Nah itu menjadi salah satu contoh kegiatan yang terus berkembang di daerah ini dan kami harapkan juga ke depan event lari trail tidak hanya terpusat di Kota Palu, tetapi juga melibatkan kabupaten lain di Sulawesi Tengah," lanjutnya.
Adapun Harry Akbar juga menargetkan seluruh kepengurusan cabang ALTI di 13 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah dapat diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Yang diakui oleh KONI saat ini baru 11 daerah. Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi agar kepengurusan di Banggai Laut dan Buol bisa disahkan sehingga lengkap seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.