DPRD bahas Perda Centro Gas Sulteng
Kamis, 28 Juni 2018 16:57 WIB
Uji publik peraturan daerah Pembentukan Perseroan Terbatas (PT) Centro Gas Sulteng, di DPRD Sulteng, Kamis. (Antaranews Sulteng/ Masykur)
Palu (Antaranews Sulteng) - Komisi III DPRD Sulawesi Tengah mulai membahas Peraturan Daerah (Perda) inisiatif Pembentukan Perseroan Terbatas (PT) Centro Gas Sulteng, Kamis.
"Perda ini juga memberikan kewenangan pada perseroan untuk membentuk anak perushaan yang akan berpartisipasi dalam penawaran partisipasi interest 10 persen hulu migas,” ujar Zulfakar Nasir, Ketua Komisi III DPRD Sulteng.
PT Centro Gas merupakan perusahaan yang dibentuk pemerintah daerah dan akan bergerak pada sektor hulu dan hilir migas di Sulteng.
Menurut Zulfakar, Sulawesi Tengah memiliki potensi minyak dan gas bumi yang cukup besar. Mulai saat ini daerah harus mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.
"Pendirian perseroan Centro Gas Sulteng ini penting, agar kita tidak jadi penonton,” ucap Zulfakar.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III Moh Masykur menyampaikan proses komunikasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan beberapa kali dalam rangka untuk memastikan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah terlibat dalam produksi migas.
Salah satu syaratnya, sebut Masykur, Sulteng harus membangun perusahaan daerah khusus yang bergerak di sektor lapangan usaha minyak dan gas bumi.
"Perda ini juga mengatur mengenai komposisi direksi dan tujuan dibentuknya perseroan terbatas, selain itu tujuan umum dari pembentukan perda ini adalah untuk mbentuk perseroan yang mengontrol usaha minyak dan gas bumi sekaligus," sebut Masykur.
Menurut dia, hal itu akan memperluas cabang pendapatan asli daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor usaha minyak dan gas bumi.
"Yang pasti perda ini kelak akan menjadi jembatan emas bagi daerah dan masyarakat Sulteng atas berkah kekayaan sumberdaya alam Migas di Sulteng," ucap Masykur.
Sementara itu akademisi Universitas Tadulako Palu Ahlis Djirimu menyambut positif rencana pembentukan Perusahaan Daerah khusus migas ini.
"Ini ide yang bagus sekali, sudah lama saya nantikan ini. Gagasan semacam ini sangat diperlukan untuk meningkatkan penerimaan daerah dan membangun masa depan Sulteng," katanya.
Sedangkan akademisi Untad lainnya, Arianto Sangaji, menyebutkan bahwa konsep perusahaan daerah ini juga harus memastikan adanya perlindungan terhadap pekerja.
"Perlu ada klausul yang jelas terkait dengan posisi tenaga kerja, soal upah, keselamatan kerja dan sebagainya," sebut Arianto Sangaji.
"Perda ini juga memberikan kewenangan pada perseroan untuk membentuk anak perushaan yang akan berpartisipasi dalam penawaran partisipasi interest 10 persen hulu migas,” ujar Zulfakar Nasir, Ketua Komisi III DPRD Sulteng.
PT Centro Gas merupakan perusahaan yang dibentuk pemerintah daerah dan akan bergerak pada sektor hulu dan hilir migas di Sulteng.
Menurut Zulfakar, Sulawesi Tengah memiliki potensi minyak dan gas bumi yang cukup besar. Mulai saat ini daerah harus mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.
"Pendirian perseroan Centro Gas Sulteng ini penting, agar kita tidak jadi penonton,” ucap Zulfakar.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III Moh Masykur menyampaikan proses komunikasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan beberapa kali dalam rangka untuk memastikan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah terlibat dalam produksi migas.
Salah satu syaratnya, sebut Masykur, Sulteng harus membangun perusahaan daerah khusus yang bergerak di sektor lapangan usaha minyak dan gas bumi.
"Perda ini juga mengatur mengenai komposisi direksi dan tujuan dibentuknya perseroan terbatas, selain itu tujuan umum dari pembentukan perda ini adalah untuk mbentuk perseroan yang mengontrol usaha minyak dan gas bumi sekaligus," sebut Masykur.
Menurut dia, hal itu akan memperluas cabang pendapatan asli daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor usaha minyak dan gas bumi.
"Yang pasti perda ini kelak akan menjadi jembatan emas bagi daerah dan masyarakat Sulteng atas berkah kekayaan sumberdaya alam Migas di Sulteng," ucap Masykur.
Sementara itu akademisi Universitas Tadulako Palu Ahlis Djirimu menyambut positif rencana pembentukan Perusahaan Daerah khusus migas ini.
"Ini ide yang bagus sekali, sudah lama saya nantikan ini. Gagasan semacam ini sangat diperlukan untuk meningkatkan penerimaan daerah dan membangun masa depan Sulteng," katanya.
Sedangkan akademisi Untad lainnya, Arianto Sangaji, menyebutkan bahwa konsep perusahaan daerah ini juga harus memastikan adanya perlindungan terhadap pekerja.
"Perlu ada klausul yang jelas terkait dengan posisi tenaga kerja, soal upah, keselamatan kerja dan sebagainya," sebut Arianto Sangaji.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program Remaja Bernegara NasDem jadi "lab politik" bagi generasi muda
21 February 2025 14:46 WIB, 2025
Surya Paloh: Meski NasDem belum optimal, tapi masyarakat beri dukungan
11 November 2024 10:30 WIB, 2024
Surya Paloh: Singkirkan praktik transaksional jika ingin bangun bangsa
11 November 2024 10:28 WIB, 2024
Pengamat: PKS-PKB-NasDem berpotensi jadi partai "plus" KIM di Jakarta
07 August 2024 13:54 WIB, 2024
Relawan: Ucapan Surya Paloh ke Prabowo-Gibran contoh rekonsiliasi baik
21 March 2024 13:03 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020