Bambang Brodjonegoro ungkap capaian saat sebagai menteri
Sabtu, 19 Oktober 2019 6:49 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Negara, Jakarta, Jumat (18-10-2019). ANTARA/Bayu Prasetyo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkap capaiannya saat mengabdi dalam Kabinet Kerja, salah satunya pembiayaan alternatif untuk pembangunan.
"Jadi, sejak saya di Bappenas, paradigma perencanaan pembangunan tidak hanya pembangunan yang dieksekusi oleh APBN, tetapi justru kita mendorong perencanaan yang lebih besar, dieksekusi oleh APBN maupun non-APBN, termasuk KPBU, investasi swasta (PINA) dan juga partisipasi BUMN," kata Bambang di halaman Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Dengan demikian, kata dia, pemerintah tetap dapat mendorong pembangunan tanpa terbatasi ketersediaan APBN.
Untuk proyeksi kebutuhan anggaran infrastruktur pada tahun 2020-2024, menurut Bambang, dibutuhkan diatas Rp6.000 triliun.
"Otomatis APBN mungkin hanya bisa maksimal 40 persen. BUMN 20 sampai dengan 25 persen, sisanya berarti tetap harus mengajak swasta," kata Bambang.
Pemerintah akan menyiapkan skema investasi yang menarik bagi sektor swasta.
"Intinya kita pilih proyek mana yang menarik untuk swasta. Ketika return-nya itu agak tanggung, pemerintah 'kan punya fasilitas. Kalau KPBU ada, misalnya viability cap fund, atau ada penjaminan yang kita harap bisa menaikkan return tersebut," ujar Bambang.
Bambang datang ke istana untuk mengikuti silaturahmi Kabinet Kerja bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pada periode kepemimpinan lima tahun mendatang fokus pemerintahan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kita bekerja dengan target dan dibatasi waktu. Kalau ditargetkan selesai, itu yang kita inginkan. Jika apa yang kita targetkan tidak selesai, tentu perlu koreksi, evaluasi. Hambatannya ada di mana?" kata Presiden.
Jokowi melanjutkan, "Setiap masa tantangannya berbeda-beda, perlu kepemimpinan di kementerian yang beda. Pada lima tahun ke depan pemerintah mau fokus pada SDM, semua kementerian arahnya akan ke sana."
"Jadi, sejak saya di Bappenas, paradigma perencanaan pembangunan tidak hanya pembangunan yang dieksekusi oleh APBN, tetapi justru kita mendorong perencanaan yang lebih besar, dieksekusi oleh APBN maupun non-APBN, termasuk KPBU, investasi swasta (PINA) dan juga partisipasi BUMN," kata Bambang di halaman Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Dengan demikian, kata dia, pemerintah tetap dapat mendorong pembangunan tanpa terbatasi ketersediaan APBN.
Untuk proyeksi kebutuhan anggaran infrastruktur pada tahun 2020-2024, menurut Bambang, dibutuhkan diatas Rp6.000 triliun.
"Otomatis APBN mungkin hanya bisa maksimal 40 persen. BUMN 20 sampai dengan 25 persen, sisanya berarti tetap harus mengajak swasta," kata Bambang.
Pemerintah akan menyiapkan skema investasi yang menarik bagi sektor swasta.
"Intinya kita pilih proyek mana yang menarik untuk swasta. Ketika return-nya itu agak tanggung, pemerintah 'kan punya fasilitas. Kalau KPBU ada, misalnya viability cap fund, atau ada penjaminan yang kita harap bisa menaikkan return tersebut," ujar Bambang.
Bambang datang ke istana untuk mengikuti silaturahmi Kabinet Kerja bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pada periode kepemimpinan lima tahun mendatang fokus pemerintahan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kita bekerja dengan target dan dibatasi waktu. Kalau ditargetkan selesai, itu yang kita inginkan. Jika apa yang kita targetkan tidak selesai, tentu perlu koreksi, evaluasi. Hambatannya ada di mana?" kata Presiden.
Jokowi melanjutkan, "Setiap masa tantangannya berbeda-beda, perlu kepemimpinan di kementerian yang beda. Pada lima tahun ke depan pemerintah mau fokus pada SDM, semua kementerian arahnya akan ke sana."
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menristek: Indonesia perlu kuasai ragam platform pengembangan vaksin COVID-19
14 April 2021 2:03 WIB, 2021
Kemristek serahkan 1 unit GeNose ke Kemenko Marvest untuk skrining COVID-19
19 March 2021 18:57 WIB, 2021
Menristek tegaskan vaksin Merah Putih untuk warga Indonesia semua umur
19 March 2021 17:06 WIB, 2021
Menristek cari mitra internasional untuk bangun bandar antariksa di Biak
05 March 2021 19:13 WIB, 2021