FISIP UNTAD bedah buku bertajuk politik lokal
Selasa, 12 November 2019 22:24 WIB
Suasana kegiatan bedah buku bertajuk perpektif politik lokal dalam kehidupan masyarakat berlangsung di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Palu, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/HO- Humas FISIP UNTAD)
Palu (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah membedah buku bertajuk perpektif politik lokal dalam kehidupan masyarakat.
Ketua panitia bedah buku Ilyas, di Palu, Selasa mengatakan kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan apresiasi bagi dosen yang sudah menerbitkan hasil karyanya sekaligus memotivasi dosen-dosen lainnya untuk mau mempublikasikan pemikirannya dalam bentuk buku.
"Sebagai akademisi bedah buku menjadi satu kewajiban guna menambah pengetahuan masyarakat luas, " ujar Ilyas.
Bedah buku yang untuk pertama kalinya mengulas dua buku ditulis akademisi UNTAD Dr Darwis M.Si dan Dr Nisbah M.Si dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa, berlangsung di alula FISIP, Selasa.
Buku berjudul “Bulonggo: Makna Idiomatik Peran Perempuan Dalam Struktur Keluarga Pada Masyarakat Kaili” menjadi tulisan pertama dibedah mengangkat keunikan masyarakat suku Kaili dengan konsep Bulonggo sebagai fokus bahasan.
Menurut Nisbah, Ide tersebut didasari ketertarikan dan keinginannya untuk melestarikan budaya Kaili dalam bentuk karya tulis berupa teks yang selama ini masih tergolong sedikit.
"Dalam bedah buku tersebut terungkap bahwa dalam suku kaili peran perempuan sangat besar," katanya menambahkan.
Dikemukakannya, sebagai seorang Bulonggo, perempuan menjadi tulang punggung dalam berbagai hal baik ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Dari pembedahan itu, bahwa buku tersebut memberikan sumbangsi besar terhadap kajian sosial budaya, terutama kajian Sosiologi Gender.
Sementara buku kedua berjudul Dialektika Politik Lokal di Indonesia mengangkat berbagai lika liku persoalan politik tanah air.
Dimana pembedah buku ini di percayakan kepad Adha Najamuddin, salah seorang jurnalis Perum LKBN ANTARA.
Adha mengatakan, buku tersebut sangat bagus dijadikan acuan dalam melihat perspektif politik tanah air.
Disis lain, menurutnya, tulisa yang dituangkan dalam lembaran buku tersebut masih memiliki kekurangan dari segi memperbaharui informasi keadaan politik yang terjadi saat ini.
"Terutama saat Pemiluhan Umum (Pemilu) Presiden-Wakil Presiden 2019 yang baru terlewat beberapa waktu lalu perlu dituangkan, " ucap Adha yang juga mantan ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulteng.
Ketua panitia bedah buku Ilyas, di Palu, Selasa mengatakan kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan apresiasi bagi dosen yang sudah menerbitkan hasil karyanya sekaligus memotivasi dosen-dosen lainnya untuk mau mempublikasikan pemikirannya dalam bentuk buku.
"Sebagai akademisi bedah buku menjadi satu kewajiban guna menambah pengetahuan masyarakat luas, " ujar Ilyas.
Bedah buku yang untuk pertama kalinya mengulas dua buku ditulis akademisi UNTAD Dr Darwis M.Si dan Dr Nisbah M.Si dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa, berlangsung di alula FISIP, Selasa.
Buku berjudul “Bulonggo: Makna Idiomatik Peran Perempuan Dalam Struktur Keluarga Pada Masyarakat Kaili” menjadi tulisan pertama dibedah mengangkat keunikan masyarakat suku Kaili dengan konsep Bulonggo sebagai fokus bahasan.
Menurut Nisbah, Ide tersebut didasari ketertarikan dan keinginannya untuk melestarikan budaya Kaili dalam bentuk karya tulis berupa teks yang selama ini masih tergolong sedikit.
"Dalam bedah buku tersebut terungkap bahwa dalam suku kaili peran perempuan sangat besar," katanya menambahkan.
Dikemukakannya, sebagai seorang Bulonggo, perempuan menjadi tulang punggung dalam berbagai hal baik ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Dari pembedahan itu, bahwa buku tersebut memberikan sumbangsi besar terhadap kajian sosial budaya, terutama kajian Sosiologi Gender.
Sementara buku kedua berjudul Dialektika Politik Lokal di Indonesia mengangkat berbagai lika liku persoalan politik tanah air.
Dimana pembedah buku ini di percayakan kepad Adha Najamuddin, salah seorang jurnalis Perum LKBN ANTARA.
Adha mengatakan, buku tersebut sangat bagus dijadikan acuan dalam melihat perspektif politik tanah air.
Disis lain, menurutnya, tulisa yang dituangkan dalam lembaran buku tersebut masih memiliki kekurangan dari segi memperbaharui informasi keadaan politik yang terjadi saat ini.
"Terutama saat Pemiluhan Umum (Pemilu) Presiden-Wakil Presiden 2019 yang baru terlewat beberapa waktu lalu perlu dituangkan, " ucap Adha yang juga mantan ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulteng.
Pewarta : Moh. Ridwan
Editor : Muhammad Hajiji
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengurus Pusat IKA Untad Palu bentuk kelompok studi kajian purifikasi produk hukum
24 December 2025 4:43 WIB
150 Mahasiswa Untad kunjungi kawasan IMIP, Pelajari proses hilirisasi industri Nikel
10 November 2025 15:12 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020