Mantel Batik Ala Musa Widyatmojo
Rabu, 12 Juni 2013 16:39 WIB
(FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta (antarasulteng.com) - Perancang mode Musa Widyatmodjo tidak ingin motif batik hanya identik dengan kemeja pada busana pria.
Saat memamerkan karyanya pada "ECOBATIK Signature Collection", Musa membuat coat, mantel, untuk pria sebatas lutut dari kain batik yang diberi sedikit aksen bahan sewarna denim pada bagian depan. Bahan sewarna denim itu dipadukan dengan kain batik berwarna indigo.
Selain coat indigo, untuk pagelaran busana batik ramah lingkungan itu Musa juga membuat coat berwarna coklat dengan model kerah yang dilipat. Sama seperti coat sebelumnya, rancangannya untuk busana pria ini juga dibuat sepanjang lutut.
Tak hanya mantel, Musa juga menampilkan variasi kemeja lengan pendek motif batik, seperti kemeja pendek dengan model lengan dilipat dan diberi aksen kancing. Untuk model kemeja lengan panjang, Musa menampilkan warna-warna yang lazim digunakan, seperti merah marun dan paduan antara coklat tua dengan krem.
"Saya banyak pakai katun dan linen. Motifnya sangat natural buat Indonesia, seperti parang tapi lebih kontemporer," jelas Musa tentang tema "Natural Society" yang diusungnya Selasa sore.
"Potongannya sederhana. Unsur fashion-nya ada dalam styling dan detailing," tambahnya.
Saat memamerkan karyanya pada "ECOBATIK Signature Collection", Musa membuat coat, mantel, untuk pria sebatas lutut dari kain batik yang diberi sedikit aksen bahan sewarna denim pada bagian depan. Bahan sewarna denim itu dipadukan dengan kain batik berwarna indigo.
Selain coat indigo, untuk pagelaran busana batik ramah lingkungan itu Musa juga membuat coat berwarna coklat dengan model kerah yang dilipat. Sama seperti coat sebelumnya, rancangannya untuk busana pria ini juga dibuat sepanjang lutut.
Tak hanya mantel, Musa juga menampilkan variasi kemeja lengan pendek motif batik, seperti kemeja pendek dengan model lengan dilipat dan diberi aksen kancing. Untuk model kemeja lengan panjang, Musa menampilkan warna-warna yang lazim digunakan, seperti merah marun dan paduan antara coklat tua dengan krem.
"Saya banyak pakai katun dan linen. Motifnya sangat natural buat Indonesia, seperti parang tapi lebih kontemporer," jelas Musa tentang tema "Natural Society" yang diusungnya Selasa sore.
"Potongannya sederhana. Unsur fashion-nya ada dalam styling dan detailing," tambahnya.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Palu libatkan masyarakat dalam penyusunan Raperda pelestarian batik dan tenun lokal
17 October 2025 14:48 WIB
366 helai batik jadi koleksi museum antropologi terbesar di Austria
28 September 2024 15:14 WIB, 2024
Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara digelar untuk cari duta promosi
21 August 2024 11:00 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020