
BI: Waspadai Uang Palsu Jelang Lebaran

Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Kantor Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Purjoko meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai uang palsu menjelang Idul Fitri 2013 karena diperkirakan peredarannya meningkat.
Tindakan untuk mewaspadai peredaran uang kertas palsu itu dengan melakukan 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang, kata Purjoko di Palu, Sabtu.
Peredaran uang palsu itu pada umumnya dilakukan pada malam hari di daerah pedesaan terutama pada pedagang kecil. Motif pelaku adalah membelanjakan uang palsu pecahan Rp50.000 ke atas dengan harapan dapat kembalian uang kertas asli.
Bank Indonesia Sulawesi Tengah mencatat peredaran uang kertas palsu di wilayahnya selama pertengahan 2013 mencapai 113 lembar dengan pecahan Rp100.000 sebanyak 44 lembar, pecahan Rp50.000 dengan jumlah 66 lembar, serta pecahan Rp20.000 sebanyak tiga lembar.
Peredaran uang palsu tersebut paling banyak ditemukan di Kota Palu dengan persentase sebanyak 94 persen.
Sebelumnya, selama 2012 penemuan uang palsu di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 170 lembar yang terdiri atas pecahan Rp100.000 sebanyak 88 lembar, pecahan Rp50.000 sebanyak 81 lembar, serta satu lembar pecahan Rp20.000.
Uang palsu tersebut adalah temuan dari masyarakat yang dilaporkan ke Bank Indonesia. "Bisa saja ada temuan dari pihak kepolisian," kata Purjoko.
Pada pertengahan 2011, aparat Polres Donggala menangkap dua mahasiswa pengedar uang palsu dengan barang bukti pecahan Rp50.000 sebanyak 44 lembar.
Uang kertas palsu itu rencananya akan dibelanjakan di kios-kios yang berada di sepanjang jalan Trans Sulawesi di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala.(SKD)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
