Logo Header Antaranews Sulteng

Bpbd: Sulteng Masih Dilanda Cuaca Ekstrem

Jumat, 24 Januari 2014 09:14 WIB
Image Print
ilustarsi
""Curah hujan dan angin kencang masih melanda sejumlah wilayah Sulteng.

Palu, (Antarasulteng.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena dalam beberapa hari ke depan, daerah ini masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

"Curah hujan dan angin kencang masih melanda sejumlah wilayah Sulteng sehingga perlu mendapat perhatian semua pihak," kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandiggala di Palu, Jumat.

Ia mengatakan bedasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Kloimantologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih menghantui wilayah Sulteng dalam beberapa hari mendatang.

Karena itu, masyarakat terutama yang bermukim di dekat aliran sungai dan juga perbukitan hendaknya esktra hati-hati.

Dalam kondisi cuaca buruk seperti sekarang ini, katanya, sangat memungkinkan terjadi banjir dan tanah longsor.

Sejak Desember 2013 kondisi cuaca di beberapa daerah di provinsi ini cukup ekstrem. Bahkan selama Januari 2014 ini beberapa daerah di Sulteng seperti Tolitoli, Donggala, Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu dilanda banjir dan longsor.

Bencana alam tersebut telah merusak banyak fasilitas umum, sekolah, jembatan, jalan dan juga rumah-rumah penduduk dan membunuh sejumlah ternak besar, namun tidak ada korban jiwa manusia.

Hingga kini belum dapat ditaksir berapa kerugiatan yang diakibatkan bencana alam tersebut, namun nilainya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Bartholomeius juga menjamin stok logistik untuk penjanggulangan darurat bencana alam di Sulteng cukup memadai, termasuk cadangan pangan dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya seperti sembako, perlengkapan rumah tangga serta tenda.

BPBD Sulteng juga telah dilengkapi sejumlah sarana dan fasilitas penunjang seperti kendaraan serba guna, pengolahan air bersih, dapur umum, ambulance serta alat komunikasi memadai. (BK03)



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026