Logo Header Antaranews Sulteng

Raskin Semakin Berkualitas

Selasa, 18 Februari 2014 08:41 WIB
Image Print
Seorang pedagang menata beras dagangannya di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/5). (ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)
Berasnya enak dan gurih. Sama dengan beras yang dijual di pasar-pasar," katanya.

Palu (antarasulteng.com) - Jenis beras yang dialokasikan pemerintah pusat kepada warga miskin (Raskin) di Palu, Sulawesi Tengah, semakin berkualitas, kata sejumlah penerima beras bersubsidi di ibu kota provinsi itu.

Agustina (42), salah seorang penerima raskin di Kecamatan Palu Selatan, Selasa, mengakui beras yang ia terima pada Januari-Februari 2014 mutunya cukup bagus.

"Berasnya enak dan gurih. Sama dengan beras yang dijual para pedagang di pasar-pasar di Kota Palu," katanya.

Hal senada juga disampaikan Sukri, warga Jln Kadondong, Kecamatan Palu Barat. Ia mengatakan raskin yang disalurkan pemerintah melalui Bulog dari tahun ke tahun semakin lebih baik kualitasnya.

Kurun tiga tahun terakhir ini, kualitas raskin yang didistribusikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) sama dengan beras yang dijual pedagang di pasar.

Ia mengaku pada tahun-tahun sebelumnya, terkadang berasnya berkutu dan warna kekuning-kuningan.

Tetapi sekarang ini berasnya putih bersih dan juga enak dikonsumsi. "Pokoknya sudah sama dengan beras yang ada di pasar-pasar," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Palu Aspah mengatakan jatah raskin untuk warga miskin dua bulan ini sedang disalurkan oleh Bulog Sulteng.

Ia mengatakan penerima raskin di Kota Palu pada 2014 ini sebanyak 13.773 kepala keluarga (KK).

Jumlah itu, kata Aspah, sama dengan pagu yang dialokasikan pemerintah pusat pada 2013.

Menurut Kepala Perum Bulog Sulteng Maruf, belum semua daerah yang telah menyalurkan raskin.

Penyaluran raskin, kata Maruf, sangat tergantung kepada pemerintah daerah. "Bulog menyalurkan raskin setelah menerima surat perintah alokasi (SPA) dari masing-masing pemkab dan pemkot," katanya.

Sepanjang belum ada SPA dari pemkab dan pemkot, Bulog di tiap kabupaten dan kota belum akan menyalurkannya.

"Itu sudah merupakan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah," katanya.

Di Sulteng baru dua daerah, yakni Kabupaten Sigi dan Palu yang menyalurkan raskin.

Sementara kabupaten lainnya diharapkan dalam waktu dekat menyusul.

Berdasarkan aturan, setiap RTS mendapat jatah raskin 15kg per bulan dengan harga Rp1.600,00 per kilogram.

Harga raskin jauh lebih murah dibandingkan beras yang dijual di pasaran untuk jenis medium berkisar Rp7.500,00 sampai Rp8.000,00 per kilogram. (BK03)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026