Logo Header Antaranews Sulteng

WVI latih petani kakao di Parimo

Selasa, 21 Juli 2020 11:20 WIB
Image Print
Asmir (35) petani Kakau di Kabupaten Parigi Moutong, di lahan Kakao garapannya yang sudah melakukan pembungkus di buah Kakaunya berdasarkan latihan WVI.(ANTARA/HO-Foto tangkapan layar)

Parigi (ANTARA) - Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) melatih para petani kakau di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, agar terbebas dari serangan hama penggerek buah Kakao.

“Salah satu pelatihannya adalah sarungisasi, yaitu membungkus buah kakao dengan plastik, sebagai upaya menghindarkan buah kakao dari serangan hama penggerek,” kata Andries Kooswinanto, Manager Wahana Visi Indonesia kantor operasional wilayah Kabupaten Parigi Moutong, di Parigi, Selasa.

Andries katakan, dengan membungkus buah kakao menggunakan plastik transparan, diikat ujung atas plastik pada tangkai buah, sedangkan ujung bawah plastik dibiarkan terbuka.

Ia mengatakan dengan dibungkus plastik, maka buah kakao aman dari serangan hama penggerek dan juga dapat meminimalisir kebusukan.

Andries katakan, dari pelatihan ini telah menunjukkan hasilnya bagi para petani kakao dampingan WVI di Desa Mensung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong.

“Salah satu petani dampingan, Asmir (35) yang memiliki tanaman kakao berusia lebih 20 tahun dan sudah mengikuti pelatihan mengaku produksi kakaonya meningkat sejak menerapkan apa yang sudah dilatih WVI,” katanya.

Andries katakan dari cerita Asmir, dari 50 pohon kakao yang dirawat dengan optimal menggunakan pembungkus seperti yang dilatih WVI bisa menghasilkan minimal 100 kilogram biji basah senilai Rp 700 ribu, yang sebelumnya tidak bisa bahkan lebih banyak gagal panen.

Sementara Daniel Kapong (34), Staf Wahana Visi Indonesia, mengatakan cerita sukses dari petani yang berhasil meningkatkan produksi kakao memotivasi Wahana Visi Indonesia untuk tetap mendampingi petani di Parigi Moutong.

‘’Jika petani melakukan sarungisasi dan memberi pupuk organik dapat meningkatkan hasil panen,” katanya.***



Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026