Verna tegaskan programkan kesehatan dan pendidikan gratis bukan hoax

id Cabup poso

Verna tegaskan programkan kesehatan dan pendidikan gratis bukan hoax

Calon Bupati Poso Verna Inkiriwang saat berkampanye di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Selasa (10/11/2020). ANTARA/Feri Timparosa

Poso, Sulteng (ANTARA) - Kandidat Bupati Poso, Verna Gladis Inkiriwang mengatakan salah satu misinya yakni memprogramkan kesehatan dan pendidikan secara gratis, jika dirinya terpilih sebagai Bupati Poso periode 2021 - 2025.

Verna yang hadir bersama pasangannya calon Wakil Bupati Poso Yasin Mangun pada kampanye terbatas di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Selasa, menegaskan bahwa program kesehatan dan pendidikan gratis bukan hanya janji atau hoax belaka atau program yang tidak masuk akal seperti yang diisukan orang.

"Penerapan kedua progam itu akan di tepati sesuai misi membangun masyarakat dengan tulus hati. Kalau ada yang bilang program ini tidak ada uangnya, itu bohong. Hanya mereka yang tidak mau keluarkan dana itu untuk rakyat," kata Verna.

Dia memaparkan pelaksanaan program kesehatan dan pendidikan gratis akan menggunakan kontribusi APBD Poso sebesar Rp1,4 triliun, yang bersumber dari gaji dan lainnya Rp800 miliar, dan sisanya Rp600 miliar itu, akan digunakan Rp50 miliar untuk kesehatan dan pendidikan gratis.

Menurut dia, dana Rp50 miliar itu, sudah sangat cukup bahkan lebih untuk pengobatan hingga rujukan sampai ke Jakarta.

Sementara untuk pendidikan gratis orang tua murid tidak akan lagi membayar biaya pendaftaran dan dana komite.

 Dia menjelaskan kedua program ini menjadi prioritas kerna menyentuh kebutuhan masyarakat ketimbang membangun proyek-proyek.

"Ada banyak Bupati yang ada telah menjalani program kesehatan dan pendidikan gratis dan program itu dicintai masyarakat. Ketiga calon bupati Poso yang ada, hanya Verna-Yasin yang ada program ini, yang sama dengan kedua calon gubernur Sulteng memiliki program kesehatan dan pendidikan gratis," ujar Verna.

Ia mengatakan dirinya sejak menjadi anggota DPR RI pernah menjabat sebagai wakil ketua dalam memimpin rapat parlemen antara negara Indonesia - Prancis dan Indonesia - Bulgaria.

"Saya jelaskan ini terkait isu yang mengatakan kuantitas dan kualitas wanita dalam memimpin daerah," ujarnya.

Ia juga menjelaskan Rumah Sakit Matiandaya di Desa Sulewana Kecamatan Pamona Utara, merupakan jatah dari Kecamatan Lore Utara dipindahkan ke Sulewana.

Ia mengatakan saat dirinya menjabat sebagai anggota DPR-RI telah melobi ke Kementerian Kesehatan untuk satu unit rumah sakit dan tenaga dokter ditempatkan di Lore Utara, namun akhirnya dipindahkan di Desa Sulewana.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar