
Panen Raya Di Sulteng Harga Cengkih Turun

Ya kita tidak tahu apa penyebabnya
Palu, (antarasulteng.com) - Saat ini petani di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, sedang panen raya, tetapi harga cengkih justru turun menjadi Rp126 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp146 ribu.
Kepala Seksi Usaha dan Sarana Perdagangan Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng Rudi Zulkarnain di Palu, Jumat membenarkan harga komoditas perkebunan itu pekan ini bergerak turun cukup tajam dari sebelumnya.
Padahal, kata dia, di beberapa daerah seperti Kabupaten Tolitoli, Donggala dan Parigi Muotong sedang berlangsung panen cengkih.
Harga cengkih di pasaran saat ini berkisar Rp126 ribu/kg, turun tajam dari sebelumnya yang sempat bertahan pada posisi Rp146 ribu/kg.
Begitu pula komoditas kakao yang sebelumnya masih pada kisaran Rp28 ribu/kg, kini turun menjadi Rp26 ribu.
Rudi tidak mengetahui penyebab turunnya kedua komoditas perkebunan tersebut. Namun ia menduga turunnya harga cengkih besar kemungkinan karena permainan para pedagang guna mendapat keuntungan besar.
Kabupaten Tolitoli merupakan daerah sentra produksi cengkih terbesar di Provinsi Sulteng.
Produksi petani mencapai sekitar 10 ribu ton per tahun.
Lembang, salah seorang petani cengkih di kawasan Kebun Kopi,Kabupaten Donggala membenarkan harga cengkih dalam beberapa hari ini turun.
Penurunan harga cukup mencolok sehingga merugikan petani. "Ya kita tidak tahu apa penyebabnya," katanya.
Ia mengaku memiliki kebun cengkih seluas dua hektare di Kawasan Kebun Kopi.
Di kawasan itu, panen cengkih tidak serentak, tetapi bertahap. Biasanya panen sampai tiga kali. (skd)
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
