Logo Header Antaranews Sulteng

Program revitalisasi pasar tradisional di Palu terkendala anggaran

Kamis, 3 Juni 2021 20:47 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Syamsul Saifudin. ANTARA/HO/Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu telah mengusulkan program revitalisasi sejumlah pasar tradisional di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu kepada Pemerintah Pusat untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan rakyat yang memadai.

"Usulan program revitalisasi pasaran tradisional ini sudah diajukan sejak dua tahun lalu, namun kondisi COVID-19 mewabah di Tanah Air belum terealisasi karena pemerintah masih fokus pada pembiayaan pencegahan dan penanggulangan virus corona itu," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Syamsul Saifudin yang dihubungi , di Palu, Kamis.

Menurut dia, pihaknya sangat penting untuk melakukan revitalisasi beberapa pasar tradisional di Kota Palu karena sejumlah pasar yang dibangun pemerintah itu kondisi bangunannya mulai rusak.

Untuk itu, kata dia, tahun 2021 Pemkot Palu telah mengusulkan kembali rencana revitalisasi pasar tradisional itu ke pemerintah pusat, dan pemerintah kota setempat bersama pejabat Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) juga sudah melakukan peninjauan sejumlah pasar tradisional beberapa waktu lalu, di antaranya Pasar Tavanjuka Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga.

"Kalau usulan revitalisasi dua tahun lalu memang belum direspon karena selain pemerintah masih fokus penanganan COVID-19, juga lokasi pasar tradisional yang diusulkan itu masih terkendala dokumen alas hak," ujarnya.

Tahun ini, kata dia, sekitar tiga pasar tradisional yang diusulkan kembali untuk program revitalisasi, antaranya Pasar Tavanjuka dan Pasar Vinase Kelurahan Tawaeli yang sudah terpenuhi dokumen alas hak, sedangkan Pasar Petobo sedang dalam proses pengurusan alas hak.

Ia menjelaskan dokumen alas hak sangat penting menjadi salah satu syarat utama dalam pengusulan rencana revitalisasi pasar tradisional kepada Kementerian Perdagangan agar di kemudian hari tidak ada klaim dari pihak-pihak lain.

Menurut dia, pasar merupakan nadi perekonomian suatu daerah penting didukung dengan fasilitas memadai, salah satunya struktur bangunan. Jika tidak ada faktor penunjang maka akan berdampak pada tingkat keramaian orang berkunjung maupun pedagang berjualan, apa lagi kondisinya dalam keadaan rusak.

Untuk itu, kata da, usulan program revitalisasi pasar tersebut juga harus dilengkapi dengan syarat perhitungan teknis anggaran, dan jika nanti pihak Kementerian Perdagangan menyahuti rencana tersebut, maka Pemkot Palu akan membuatkan rincian kegiatan dan pembiayaan yang detil.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa menindaklanjuti hasil kunjungan ke pasar-pasar tradional itu, agar nantinya program yang diusulkan bisa respon dengan baik, sehingga pasar tradisional segera diperbaiki," demikian Syamsul.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026