Logo Header Antaranews Sulteng

Gubernur Longki Disarankan Perkuat Politik Kultural

Jumat, 17 Juni 2016 08:37 WIB
Image Print
Dr. Darwis, MSi (Foto antara/ Adha Nadjemuddin)
Politik kultural itu kita bersaudara. Kita sama-sama masyarakat Sulawesi Tengah. Kita hidup di daerah ini. Maka mari kita sama-sama membangun daerah ini. Ini harus dikonsolidasikan

Palu, (antarasulteng.com) - Pakar politik Universitas Tadulako Palu Dr Darwis menyarankan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola/Sudarto yang baru dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, agar memperkuat politik kultural.

"Politik kultural itu kita bersaudara. Kita sama-sama masyarakat Sulawesi Tengah. Kita hidup di daerah ini. Maka mari kita sama-sama membangun daerah ini. Ini harus dikonsolidasikan," kata Darwis di Palu, Kamis, menyikapi pelantikan Longki/Sudarto sebagai gubernur/wakil gubernur hasil pilkada serentak Desember 2015.

Menurut Darwis, salah satu cara menguatkan politik kultural adalah dengan membangun konsolidasi ke semua pihak khususnya kepada lawan-lawan politik saat pilkada serentak berlangsung.

"Konsolidasi yang dibangun bahwa tidak ada lagi perbedaan, yang perlu kita pikirkan sekarang Sulawesi Tengah harus lebih maju," katanya.

Doktor ilmu politik alumni Universitas Gadjah Mada itu mengatakan jika suasana politik pilkada serentak mencair maka kebersamaan untuk membangun Sulawesi Tengah akan semakin baik.

"Politik itu hanya sementara, yang utama adalah silaturahim (hubungan kemanusiaan)," katanya.

Darwis mengaku kagum terhadap keputusan Rusdy Mastura, mantan calon gubernur yang menjadi saingan Longki/Sudarto, atas sikap politiknya yang siap membantu pemerintahan Longki/Sudarto demi Sulawesi Tengah.

Menurut Darwis keputusan Rusdy Mastura tersebut merupakan pendidikan politik yang berharga untuk generasi muda dan elit politik bahwa perbedaan politik itu hanyalah sementara. Apalagi dalam sejarah persahabatan Rusdy Mastura dengan Longki Djanggola ibarat kakak dan adik.

"Apalagi momentumnya tepat yakni di Bulan Ramadan," katanya.

Sehari sebelum Longki/Sudarto dilantik, mantan calon gubernur Rusdy Mastura mengucapkan selamat dan sukses kepada calon gubernur petahana itu. Rusdy juga mengungkapkan dirinya siap membantu pemerintahan Longki/Sudarto jika dibutuhkan.

Pilkada serentak 2015 yang hanya diikuti dua pasang calon sempat memanas hingga berakhir di Mahkamah Konstitusi. Perseteruan politik Rusdy Mastura dengan Longki Djanggola juga ikut menyeret nama ulama besar di Sulawesi Tengah Habib Saggaf Aljufri beserta organisasi yang dipimpinnya yakni Alkhairaat.

Habib Saggaf bahkan ikut terlibat dalam kampanye politik praktis mendukung Rusdy Mastura sehingga sempat menimbulkan kontroversi diantara keluarga besar Alkhairaat di Sulawesi Tengah.

Rusdy Mastura meminta bahwa tidak ada lagi pendukung Longki atau pendukung Rusdy Mastura karena sudah berakhir dan dirinya mengakui kemenangan Longki/Sudarto.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026