
Trump: Iran "nyaris runtuh", minta Selat Hormuz segera dibuka
Rabu, 29 April 2026 10:18 WIB

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran berada di ambang kehancuran dan telah meminta Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz "secepat mungkin."
"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi 'nyaris runtuh'," tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (28/4)."Mereka ingin kami ‘membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka sedang mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)."
Namun, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut komunikasi tersebut, dan belum ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran.
Pernyataannya itu muncul di tengah laporan bahwa ia tidak puas dengan proposal dari Iran untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri perang.
Menurut The New York Times, Trump mendapat pengarahan mengenai rencana tersebut dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin, mengutip sumber anonim.
Proposal itu dikabarkan berisi seruan agar AS mengakhiri blokade pelabuhan Iran, memperpanjang gencatan senjata atau menjadikannya permanen, serta memulai pembicaraan nuklir setelah pembatasan maritim dicabut.
Proposal itu tidak membahas program nuklir Iran, yang menjadi poin utama bagi AS.
AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.300 orang, menurut otoritas Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan aset-aset AS di kawasan.
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan.
Meski gencatan itu awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala militer Asim Munir.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
