
Opak IAIN Palu bebas kekerasan

Muhtadi: panitia yang melanggar ketentuan Opak akan mendapat tindakan tegas.
Palu (antarasulteng.com) - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Dr. Muhtadin Dg Mustafa, menegaskan penyelenggaraan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) di perguruan tinggi Islam terbesar di Sulteng itu bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Pelaksanaan orientasi akademik tidak ada praktek-praktek kekerasan dalam bentuk apapun terhadap mahasiswa baru atau mahasiswa lama yang mengikuti Opak," tegas Muhtadi, di Palu, Rabu.
Muhtadi menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi keras serta pemecatan kepada panitia yang melanggar aturan Opak antara lain dilarang melakukan kerkerasan dfalam bentuk apapun terhadap peserta opak.
Selain itu, sebut dia, pelaksanaan Opak harus bersih dari atribut-atribut yang tidak merepresentasikan nilai-nilai akademik di dalam lingkungan kampus.
"Opak harus benar-benar bersih dari atribut-atribut yang tidak akademis, karena itu kami akan melakukan kontrol secara rutin dan ekstra," ujarnya.
Ia mengutarakan bahwa pelaksaan Opak di IAIN Palu lebih menonjolkan nilai- nilai religius, berbudaya dan akademis yang merupakan tema dalam pelaksanaan opak tersebut yang wajib disukseskan oleh panitia.
Terkait hal itu Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag juga menegaskan tidak ingin mendengar adanya lapiran tentang perlakuan yang tidak senonoh atau tidak kemanusiaan terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh panitia.
Ia menginginkan mahasiswa baru dilayani dengan baik lewat opak, yaitu dengan memberikan informasi yang sifatnya mendidik kepada mahasiswa tentang perguruan tinggi Islam tersebut.
"Yang terpenting dalam Opak adalah memberikan pendidikan untuk menambah informasi tentang IAIN Palu kepada mahasiswa tersebut," ujarnya.
Ia meminta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dapat melakukan kontrol yang baik dan maksimal terhadap opak untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun kekerasan dalam bentuk lain.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
