Logo Header Antaranews Sulteng

Korban Banjir Palu Bersihkan Rumah Dari Lumpur

Minggu, 16 Oktober 2016 19:34 WIB
Image Print
Ilustrasi--Banjir lumpur (antaranews)

Palu, (antarasulteng.com) - Para korban banjir di tiga Kelurahan di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, hingga Minggu sore masih terus membersihkan rumah, pekarangan dan jalan raya dari sisa-sisa air banjir yang bercampur lumpur.

Selain itu sejumlah alat berat juga dikerahkan pemerintah kota setempat untuk mengeruk Sungai Mangu yang menjadi sumber air penyebab banjir.

Sementara sejumlah bantuan berupa beras, makanan siap saji dan air mineral masih terus mengalir ke tiga titik bencana yang terjadi secara beruntun sejak Minggu pekan lalu.

Camat Tawaeli Zulkifli mengatakan, pembersihan rumah penduduk dan sarana umum tersebut dilakukan secara gotong royong oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Tagana dan masyarakat sekitar.

"Sampai Minggu malam ini tidak ada lagi kejadian menonjol," katanya.

Banjir disertai lumpur tersebut terjadi di tiga kelurahan yakni Kelurahan Baiya, Pantoloan Boya dan Pantoloan Induk.

Total korban mencapai 120 kepala keluarga atau 555 jiwa dan puluhan rumah rusak, masing-masing di Kelurahan Baiya 43 kepala keluarga, 173 jiwa dan 14 rumah terendam. Di Kelurahan Pantoloan Boya sebanyak 49 kepala keluarga, 267 jiwa dan di Kelurahan Pantoloan Induk 28 kepala keluarga dan 115 jiwa.

"Tidak ada korban jiwa. Demikian halnya dengan fasilitas umum tidak ada yang rusak," katanya.

Saat banjir terjadi, para korban sempat mengungsi di rumah penduduk sekitar yang aman dan tenda darurat yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana. Namun saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing walaupun sebagian rumah masih terdapat genangan di sekitarnya.

Saat banjir, perabot rumah tangga milik masyarakat juga sempat diamankan di pasar untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Zulkifli mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak munculnya berbagai macam penyakit pascabanjir, petugas Puskesmas di wilayah itu memantau secara rutin sehingga belum ada laporan munculnya penyakit yang diderita korban banjir.

"Tetapi kita tetap waspada makanya pembersihan lokasi segera kita lakukan," katanya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026