
Gubernur Sulteng Rakor Evaluasi Program Aksara Internasional

Palu, (antarasulteng.com) - Gebernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengatakan rapat koordinasi Temu Evaluasi Pelaksanaan Program Aksara Internasiaol yang dipusatkn di Palu mulai 19 Oktober 2016 untuk meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah.
"Saya nilai makna strategis dari kegiatan ini guna meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah yang akan berdampak pada penyatuan persepsi dan kebulatan tekad, meningkatkan pelayanan keaksaraan dan kesetaraan di masyarakat," katanya saat membuka Rakor Temu Evaluasi Pelaksanaan Program Aksara Internasioal di Palu, Rabu malam.
Rakor diikuti sebanyak 515 peserta yang terdiri para kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) pengelolah pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat se-Indonesia serta BPKP.
Dihadapan para peserta, Gubernur Longki memandang strategisnya rakor itu, utamanya dalam membantu mewujudkan daerah, termasuk Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing.
Menurut gubernur, pendidikan keaksaraan yang diterapkan secara terkoordinir dan berkelanjutan, bertujuan penting untuk meningkatkan daya saing dan kualitas masyarakat dalam hal kemampuan baca, tulis dan hitung.
Juga diharapkan akan berimplikasi pada meningkatnya kapasitas peserta didik hingga mencapai kemampuan basic literacy.
Di samping itu, pendidikan kesetaraan lanjut gubernur bertujuan memberi kesempatan pada masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah untuk terpenuhi kebutuhannya melalui kegiatan kelompok belajar atau Kejar Paket A untuk setara SD, Kejar Paket B untuk setara SMP dan Kejar Paket C untuk setara SMA.
karena itu, Gubernur Longki Djanggola berharap pertemuan itu dapat mengevaluasi sejauhmana perkembangan program keaksaraan dan kesetaraan di daerah-daerah.
Melaui kegiatan ini bisa terlahirkan suatu umpan balik yang dapat ditindak lanjuti oleh para penyelenggara pendidikan guna meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan.
"Semoga rakor ini berdaya guna dan berhasil guna bagi pembangunan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang integratif," katanya.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar, rakor dilaksanakan mulai 19 hingga 21 Oktober dengan 4 agenda pembahasan yaitu, pertama, sinergitas pusat dan daerah, khususnya terkait dengan percepatan DAK - BOP (Dana Alokasi Khusus - Bantuan Operasional Penyelenggaraan) PAUD. kedua adalah percepatan Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Pintar.
Dan ketiga peningkatan kualitas kursus dan pelatihan serta keempat yakni penerapan program pendidikan karakter lewat PAUD dan pendidikan keluarga.
Kegiatan tersebut juga dihadiri antara lain Menko PMK Puan Maharani diwakili Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Prof. Dr. R. Agus Sartono, MBA, sedang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy diwakili Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar dan tokoh pendidik Prof. Dr. Arif Rahman, M.Pd.
Rakor ini sebagai salah satu rangkaian acara Peringatan Hari Aksara Internasional 2016.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
