
Palu Kembangkan Industri Gerabah

Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Palu akan mengembangkan kerajinan industri gerabah dengan sentra produksi di Kelurahan Pengawu, Tatanga.
Kepala Seksi Usaha Industri Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Palu Etik Nuraini mengatakan tahun 2016 pemerintah kota telah melatih 30 orang pelaku usaha dan selanjutnya pada 2017 masuk tahap pengembangan.
"Untuk pengembangan usaha kita akan perkuat dari sisi permodalan, peralatan, manajemen dan pasar," katanya.
Dia mengatakan saat ini permintaan pasar sudah mulai tumbuh baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun perhotelan.
Kebutuhan hotel antara lain untuk aksesoris ramuan tradisional untuk terapi, sementara untuk kebutuhan rumah tangga antara lain tempat hiasan, asbak, pot hingga kebutuhan memasak.
Etik mengatakan saat ini kerajinan gerabah sudah banyak dijual di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Inpres Manonda dan Masomba sehingga pasarnya cukup menjanjikan.
Untuk bahan baku diperoleh dari Kelurahan Donggala Kodi karena tanahnya memiliki daya rekat cukup baik untuk gerabah. Satu karung tanah liat dijual hingga mencapai Rp100 ribu.
Etik mengatakan pengembangan industri gerabah tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah menjadikan Kota Palu sebagai kota inovatif dan mandiri berbasis kelurahan.
Ke depannya, kata dia, setiap kelurahan memiliki produk unggulan khususnya industri kecil menengah.
"Kami juga sudah melaksanakan pelatihan pengolahan ikan. Ini kita fokuskan di Kelurahan Lere," katanya.
Turunan produksi dari industri pengolahan ikan tersebut antara lain naget, abon dan sambel roa. Peminat paling banyak kata Etik industri abon.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
