Logo Header Antaranews Sulteng

Rektor IAIN : Pendidikan Harus Dikuatkan Pada Kebhinekaan

Rabu, 3 Mei 2017 15:39 WIB
Image Print
Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag (Muhammad Hajiji)

Palu, (antarasulteng.com) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag mengemukakan bahwa penyelenggaraan pendidikan secara nasional dan daerah harus lebih menguatkan nilai-nilai kebhinekaan kepada siswa dan mahasiswa.

"Pendidikan kita masih perlu dievaluasi pelaksanaannya, olehnya momentum hari pendidikan nasional jangan hanya seremonial, tetapi harus berbentuk gerakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan," ungkap Prof. Zainal Abidin M.Ag di Palu, Rabu.

Pakar Pemikiran Islam Modern itu mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan evaluasi secara meneluruh dan sistematis atas penyelenggaraan pendidikan.

Karena, sebut dia, konsep pelaksanaan pendidikan hanyalah buatan manusia yang tidak menutup kemungkinan perjalanannya atau penerapannya tidak lagi sesuai dengan tantangan zaman.

"Bangsa ini menghadapi berbagai macam masalah, dan masalah yang besar kita sedang hadapi yaitu munculnya gerakan radikalisme, munculnya kelompok yang ingin mengganti ideologi negara, serta kelompok intoleran," ujarnya.

Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan instrumen terbaik dalam pembangunan manusia. Karena itu penyelenggara pendidikan dan pelaksana pendidikan secara teknis harus mampu mendekatkan pendidikan pada nilai-nilai kebhinekaan.

Dimana, sebut dia, siswa-siswi dan mahasiswa/i di sekolah/kampus perlu diajarkan nilai-nilai perbedaan agama, suku dan ras, serta nilai-nilai persatuan dalam kehidupan di rumah besar Indonesia.

"Guru dan dosen yang mengajar kiranya jangan mentransfer ilmu pengetahuan secara sepanggal-sepenggal tetapi harus menyeluruh, jika mengajarkan tentang perbedaan yang terjadi di muka bumi," urainya.

Hal itu, kata dia, agar anak didik tidak fanatik pada suatu ajaran tertentu baik dari sisi agama dan budaya pada satu lingkungan sekolah.

Ketua MUI Kota Palu ini mengatakan pendidikan pendidikan perlu dikuatkan kembali sebagai modal untuk menyatukan dan membendung ancaman gerakan radikalisme dan intoleransi yang dihadapi bangsa.



Pewarta :
Editor: Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026