Logo Header Antaranews Sulteng

Apindo Sulteng Sambut Positif Het Beras

Jumat, 25 Agustus 2017 09:45 WIB
Image Print
Ir Acrul Udaya SH, Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia Prov.Sulteng. (Foto Anas Masa)
"HET sangat dibutuhkan karena merupakan jaring pengaman harga beras di tingkat pengecer," kata Achrul Udaya yang juga mantan Kepala Cabang PT Sucofindo Palu itu, Jumat.

Palu, (antarasulteng) - Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Sulawesi Tengah, Achrul Udaya menyambut positif kebijakan pemerintah yang akhirnya telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas pangan khususnya beras.

"HET sangat dibutuhkan karena merupakan jaring pengaman harga beras di tingkat pengecer," kata mantan Kepala Cabang PT Sucofindo Palu itu, Jumat.

Menurut dia, dengan adanya HET, maka harga beras di tingkat pengecer tidak akan mudah dipermainkan oleh para pedagang.

Begitu pula di tingkat petani, justru akan melindungi mereka dari para tengkulak yang selama ini tidak pernah menguntungkan petani. Justru sebaliknya mereka merugikan para petani karena kemampuan finansial yang dimiliknya.

Dengan sangat mudah mereka bisa membuat petani menjual hasil produksi gabah/beras kepada tengkulak, meski harganya relatif murah.

"Saya pribadi dan juga selaku pelaku usaha menilai kebijakan pemerintah pusat dengan mengeluarkan HET beras dan akan mulai diberlakukan pada 1 September 2017 itu sudah tepat sekali," kata dia.

Sebenarnya pemerintah ingin melindungi petani maupun konsumen agar tidak lagi dipermainkan oleh para pedagang yang hanya mencari keuntungan besar dengan selalu memanfaatkan kesempatan dan peluang menaikan harga saat masa-masa paceklik dan menghadapi hari-hari raya.

Karena dalam kondisi tersebut, permintaan masyarakat meningkat, sementara stok beras berkurang sehingga pedagang/tengkulak menggunakan kesempatan demi mendapat keuntungan besar.

Pemerintah pusat menetapkan HET beras untuk wilayah Sulawesi sama dengan Jawa, Bali, NTB dan Sumatera Selatan Rp9.450/kg jenis medium dan Rp12.800/kg jenis premium.

Kelompok pertama adalah beras jenis medium yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir patah maksimal 25 persen.

Sulteng termasuk daerah sentra produksi beras yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap pengadaan beras stok nasional.

Provinsi Sulteng sejak 1984 telah mencapai swasembadah beras dan hingga kini produksi petani terus meningkat mengembirakan. (BK03/)



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026