
Pemkab Sigi terapkan Satu Sigi tingkatkan layanan publik yang efisien

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah memastikan segera menerapkan sistem infrastruktur yakni Satu Terintegrasi Untuk Sigi (Satu Sigi) guna meningkatkan pelayanan publik serta pelayanan pemerintah yang transparan dan efisien.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan penerapan sistem itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan modern berbasis teknologi.
"Tentunya ini sebuah inisiatif yang inovatif guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi secara nasional," kata Rizal Intjenae di Desa Bora, Minggu.
Ia mengemukakan Satu Sigi adalah sebuah sistem infrastruktur digital yang dirancang untuk mengonsolidasikan berbagai aplikasi, basis data, dan layanan elektronik pemerintahan ke dalam satu platform secara terintegrasi.
"Kami mengapresiasi sistem ini karena merupakan gagasan transformasional dari salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2025 yang difasilitasi oleh PPSDM Kemendagri Regional Makassar yakni Kabid Penyelenggaraan e-Government Diskominfo Sigi," ucapnya.
Ia menuturkan ke depan program ini menargetkan penyatuan seluruh layanan publik di Kabupaten Sigi, mulai dari pelayanan kependudukan hingga kesehatan ke dalam satu sistem digital yang terhubung langsung dengan Pusat Data Nasional (PDN).
"Jadi transformasi digital ini bukan pilihan tapi sebuah keharusan. Satu Sigi adalah langkah besar menuju pemerintahan yang adaptif, responsif, dan siap menyongsong masa depan," sebutnya.
Menurut dia, transformasi digital itu salah satu langkah dalam memperkuat pondasi integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Sigi.
"Intinya dengan Satu Sigi ini akan mendorong peningkatan kualitas birokrasi dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan e-Government Diskominfo Sigi Aldisyar menjelaskan bahwa Satu Sigi tidak hanya menjadi solusi teknis akan tetapi juga pendekatan strategis.
"Memang Satu Sigi ini dirancang dengan standar nasional guna fokus pada pelayanan dan berorientasi pada efisiensi serta responsivitas birokrasi, sehingga dapat menjadi motor penggerak percepatan reformasi digital di Sigi," ujarnya.
Ia optimistis program Satu Sigi dapat membuka peluang daerah untuk bisa meraih predikat Baik bahkan Sangat Baik dalam evaluasi SPBE Nasional sekaligus memperkuat daya saing daerah di era digital.
"Harapannya program ini tidak hanya membawa loncatan besar pada Indeks SPBE Kabupaten Sigi, namun juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Tengah," tuturnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
