Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengintegrasikan tiga program nasional di daerah itu, yakni Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Swasembada Pangan.
"Tentunya ini sebagai bentuk inovasi Pemkab Sigi dalam pembangunan daerah," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae kepada awak media di Dolo, Jumat.
Ia mengemukakan pentingnya kolaborasi lintas program dalam mengimplementasikan kebijakan strategis nasional secara efektif di tingkat lokal.
"Tiga program nasional ini saling berkaitan, sehingga pemerintah daerah harus memastikan dan merumuskan langkah konkret serta saling mengintegrasikan antar-program agar pelaksanaannya lebih maksimal," ucapnya.
Ia menuturkan sebagai langkah awal guna mengintegrasikan program-program itu di Kabupaten Sigi dengan menjadikan Desa Maku, Kecamatan Dolo untuk lokasi percontohan.
"Terobosan awal dengan menjadikan Desa Maku sebagai lokasi percontohan untuk mengimplementasikan kolaborasi tiga program itu. Ke depan inisiatif ini akan menjadi model integratif yang dievaluasi berkala sebelum diterapkan di desa-desa lainnya," ujarnya.
Menurut dia, langkah konkret yang dirumuskan itu seperti tim pelaksana MBG akan menyusun dan menyediakan data kebutuhan bahan pangan pokok untuk menu makanan bergizi bagi penerima manfaat di daerah itu.
"Dinas Pertanian akan melakukan pemetaan terhadap bahan pangan tersebut untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai dan mengarahkan kelompok tani di Desa Maku dalam penanamannya," katanya.
Rizal menyebutkan program Koperasi Desa Merah Putih yang ada di Desa Maku akan berperan dalam penyediaan stok pupuk, bibit, dan sarana pertanian lainnya, dengan sistem pembayaran kredit bekerja sama dengan BRI sebagai mitra pendanaan.
"Jadi, hasil pertanian dari petani akan diserap langsung untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, sehingga menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan dan pasar yang pasti bagi petani," ujarnya.
Ia berharap ke depan integrasi tiga program nasional di Kabupaten Sigi dapat berjalan dengan baik dan menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan koperasi dan ketahanan gizi generasi muda.
"Harapannya program ini berhasil di Desa Maku agar bisa kita replikasi ke desa-desa lain sebagai upaya nyata mewujudkan kedaulatan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat Sigi," tuturnya.
