Morowali siapkan mesin pengolah sampah di tiap kecamatan

id Pemkab Morowali ,Mesin pengolah sampah,Kabupaten Morowali ,Sulawesi Tengah

Morowali siapkan mesin pengolah sampah di tiap kecamatan

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf meninjau perakitan di kawasan PT Qarim Group Investama, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Dokumentasi Pemda Morowali

Morowali, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan mesin pengolah sampah sebagai langkah sistemik untuk mengatasi persoalan sampah di setiap kecamatan di daerah ini.

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf di Morowali, Kamis, mengatakan mesin pengolah sampah tersebut masih dalam tahap perakitan dengan progres 70–80 persen.

“Insya Allah dalam 10 hari ke depan semua sudah terpasang. Tinggal pemilahnya saja yang diselesaikan, maka mesin ini bisa tuntas,” katanya.

Ia menjelaskan sejumlah komponen utama, seperti conveyor, roller, pisau, hingga box dinamo telah terpasang, dan tim teknis sedang menyelesaikan bagian filter untuk memisahkan sampah plastik dan sampah basah.

Iksan meninjau secara langsung perakitan di kawasan PT Qarim Group Investama, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ia menyebut mesin yang dirancang secara lokal itu diperkirakan mampu mengolah 2 hingga 3 ton sampah per jam. Sementara itu, untuk tahap awal, empat unit mesin akan dipasang di empat titik.

"Kapasitas tersebut merupakan hasil modifikasi setelah dilakukan kajian dan perbandingan dengan mesin serupa di Kabupaten Banyumas," ujarnya.

Menurut Iksan, setelah tahap perakitan selesai, blue print mesin akan disusun dan diserahkan ke tim teknis agar bisa diproduksi lebih banyak sesuai permintaan kecamatan lain di Morowali.

Oleh karena itu, ia mengharapkan dengan kehadiran mesin ini mampu menjadi solusi nyata atas persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di daerah tersebut.

“Kita ingin penanganan sampah di Morowali ini tuntas. Jadi, setelah blue print jadi, teknisi bisa membuat sesuai kebutuhan di tiap kecamatan,” ujarnya.

Ia menegaskan inovasi lokal menjadi kunci agar teknologi yang digunakan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

“Anak bangsa harus berinovasi. Jangan hanya meniru persis dari daerah lain, tapi harus ada pengembangan sesuai kebutuhan daerah kita,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan adanya mesin pengolah sampah ini, pihaknya optimistis penanganan sampah di tiap kecamatan akan lebih efektif, sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.