Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengingatkan kepada seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) di daerah tersebut.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menuturkan pentingnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kendala-kendala para pendamping sosial terkait data penerima bansos di Kabupaten Sigi.
"Jadi memang perlu memperkuat efektivitas penyaluran bantuan sosial serta mengevaluasi kendala-kendala di lapangan serta menyinkronkan data penerima bantuan sosial di Sigi," kata Samuel saat ditemui awak media di Bora, Sigi, Selasa.
Ia mengemukakan, peran strategis para pendamping sosial sebagai garda terdepan pemerintah daerah dalam pengentasan dan pemutusan rantai kemiskinan di Kabupaten Sigi.
"Kualitas pendamping menentukan keberhasilan PKH, sehingga ke depan harus ditingkatkan lagi keakurasian data dan verifikasi lapangan secara berkala," ucapnya.
Ia memastikan ke depan terus memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program terkait penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sigi.
"Untuk di Sigi mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 1,59 poin persentase pada 2025 dari 12,83 persen," sebutnya.
Diketahui masyarakat miskin di Kabupaten Sigi pada 2024 sebesar 12,83 persen dengan total 31.470 jiwa.
Sedangkan masyarakat dengan status miskin ekstrem di Sigi sebanyak 5.080 jiwa dengan persentase mencapai 2,07 persen.
