Logo Header Antaranews Sulteng

Penyintas bencana di Padang sudah tinggal di Huntara Kampung Nelayan

Kamis, 18 Desember 2025 12:27 WIB
Image Print
Warga beraktifitas di hunian sementara (huntara) di Kampung Nelayan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Bakom RI

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga terdampak bencana banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai menempati hunian sementara (huntara) di Kampung Nelayan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tengah, dan mengaku nyaman tinggal di tempat tersebut.

“Nyaman. Bantuan lancar, cukup. Tidak ada yang kurang, cuma rumah,” kata salah satu warga terdampak banjir asal Guo, Kecamatan Kuranji, Masrizal di Padang, Kamis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang menyediakan hunian sementara bagi korban terdampak banjir bandang di Kampung Nelayan, Koto Tengah. Terdapat 80 rumah berukuran 6 x 6 meter dengan dua kamar tidur.

Hunian sementara tersebut telah dilengkapi tempat tidur, ruang tamu dengan kursi dan meja, ruang tengah dengan meja makan sederhana, kipas angin, serta dapur yang dilengkapi kompor dan tabung gas. Aliran air sumur juga telah tersedia.

Masrizal menempati huntara tersebut bersama istri dan satu anaknya. Ia mengakui tempat tinggal sementaranya saat ini cukup nyaman, dengan ketersediaan air bersih dan aliran listrik yang lancar.

Pengungsi banjir lainnya, Reni Suherni, warga Guo Kuning, menyampaikan hal senada. Reni mengaku baru satu hari tinggal di huntara Koto Tengah.

Meski masih terasa asing dan tidak seperti rumahnya yang kini telah hilang tersapu banjir bandang, Reni menyebut tempat tersebut lebih nyaman dibandingkan posko pengungsian.

“Lumayan, airnya bersih. Sudah ada bantuan (logistik), sudah disediakan,” kata Reni.

Ia berharap pemerintah segera membangun kembali rumahnya, di mana pun lokasinya, tidak harus di tempat tinggal sebelumnya.

“Tidak apa-apa, saya siap di mana pun,” ucap Reni.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026