
Donggala tetapkan tanggap darurat bencana banjir di 6 kecamatan

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di enam kecamatan terdampak banjir di daerah tersebut.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan enam kecamatan berstatus tanggap darurat yakni wilayah Tanantovea, Labuan, Sindue, Rio Pakava, Banawa Tengah, dan Banawa.
"Jadi status tanggap darurat sudah kamia tetapkan agar seluruh proses penanganan dan perbaikan bisa dilakukan cepat tanpa hambatan, berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026," kata Bupati Vera saat ditemui awak media di Desa Wani Donggala, Senin.
Ia mengemukakan agar seluruh lintas sektor bisa bersama-sama melakukan penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Vera memerintahkan untuk segera melakukan penanganan darurat, khususnya pada wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan jembatan putus.
"Saya sudah perintahkan BPBD, Dinas PUPR, dan seluruh instansi terkait, bergerak cepat agar material longsor harus segera dibersihkan sehingga akses warga bisa kembali terbuka," ucapnya.
Menurut dia, dua wilayah menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena hingga saat ini masih terisolir banjir.
"Jadi memang untuk Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo dan Labuan Lumbubaka aksesnya masih terputus total, karena jembatan ambruk diterjang banjir," sebutnya.
Pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma dengan menggunakan batang kayu kelapa sepanjang 25 meter, karena ketersediaan jembatan Bailey di provinsi tidak tersedia.
"Penting memang segera pembangunan jembatan darurat ini agar aktivitas dan mobilitas warga bisa segera pulih," kata dia.
Diketahui terdapat 11 desa diterjang banjir, seperti Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, di Kecamatan Tanantovea, kemudian Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari, di Kecamatan Sindue, serta Desa Labuan Toposo Dusun Sisere di Kecamatan Labuan.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
