Depok (ANTARA) - Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Dilan Sawalius Batuparan mengatakan tingkat digitalisasi di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia masih berada pada tahap awal.
"Hal ini tentunya belum mampu memengaruhi inovasi model bisnis maupun orientasi kewirausahaan internasional," kata Dilan Sawalius Batuparan di Depok, Rabu.
Dilan Sawalius Batuparan melakukan penelitian dengan disertasinya berjudul “The Impact of Digitalization on Internationalization Process”.
Dalam disertasinya, Dilan Sawalius Batuparan menelaah tentang internasionalisasi, khususnya dalam kerangka teori Proses Internasionalisasi (Uppsala Model), yang masih relatif terbatas, terlebih dalam konteks Indonesia.
Penelitian Dilan itu juga mengkaji interaksi dinamis antara digitalisasi, inovasi model bisnis, orientasi kewirausahaan internasional, dan proses internasionalisasi, serta pengaruhnya terhadap kinerja internasional.
Dengan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), Dilan melalukan kuesioner terhadap 354 responden selaku individu kunci pada usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia yang aktif berbisnis di pasar internasional.
“UKM Indonesia yang aktif di pasar internasional, digitalisasi, dan orientasi kewirausahaan internasional memiliki pengaruh kuat terhadap proses internasionalisasi, yang selanjutnya mempengaruhi kinerja internasional,” jelas Dilan.
Orientasi kewirausahaan merupakan komponen utama dalam memperkuat proses internasionalisasi, sementara digitalisasi berperan sebagai pemampu dalam proses tersebut.
Kombinasi keduanya mendorong peningkatan kinerja internasional UKM Indonesia berbisnis di pasar global.
Dilan Sawalius Batuparan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan meraih gelar doctor ke-355 pada Program Pascasarjana Ilmu Manajemen.
