Logo Header Antaranews Sulteng

Kodam Palaka Wira kembangkan budidaya bioflok dukung ketahanan pangan

Kamis, 12 Februari 2026 14:52 WIB
Image Print
Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Militer (Paldam) XXIII/PW mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. ANTARA/HO-Pendam XXIII/Palaka Wira

Palu (ANTARA) - Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Militer (Paldam) XXIII/PW mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita dalam keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud sinergi TNI AD dengan kementerian dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program ini merupakan wujud sinergi bersama kementerian dan pemda untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya telah melakukan pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan program tersebut sebagai langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor.

Saat ini, sebanyak 14.000 bibit lele dibudidayakan di Markas Paldam XXIII/PW, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, sebagai tahap awal pengembangan program.

Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mengoptimalkan potensi satuan guna memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga mengatakan pengembangan budidaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan masyarakat.

“Ke depan kami akan meningkatkan kapasitas produksi dengan melibatkan masyarakat di luar militer. Ini membuka kolaborasi terbuka untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” katanya.

Sebagai bagian dari hilirisasi, Paldam XXIII/PW juga telah menghasilkan produk awal berupa lele kemasan beku yang diharapkan memberi nilai tambah ekonomi serta memperluas peluang pemasaran hasil budidaya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendorong agar Paldam segera memperoleh sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) guna meningkatkan daya saing produk hingga mampu menembus pasar ritel modern dan ekspor.

Adapun pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyusun dokumen perencanaan kerja lintas sektoral sebagai tindak lanjut pengembangan program secara berkelanjutan.

Dokumen tersebut akan menjadi bahan paparan kepada pimpinan daerah maupun pusat guna memperkuat dukungan kebijakan dan pengembangan program ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan dukungannya.

“Kami siap untuk memfasilitasi keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai pasok produksi,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026