
Pemprov Jatim dan Swedia perkuat kerja sama transportasi-pendidikan
Jumat, 13 Februari 2026 13:46 WIB

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Swedia memperkuat kerja sama di bidang transportasi publik dan pendidikan melalui pertemuan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama strategis di sejumlah sektor prioritas, antara lain transportasi publik, kesehatan, energi, industri, dan pendidikan.
Terkait transportasi publik, Khofifah menjelaskan Pemprov Jatim saat ini fokus mengembangkan infrastruktur transportasi publik di Surabaya dan sekitarnya melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Menurut dia, pengalaman dan teknologi transportasi yang dimiliki Swedia berpotensi menjadi mitra strategis untuk mendukung pengembangan sistem transportasi modern, termasuk manajemen operasional, ticketing, hingga solusi mobilitas perkotaan.
“Bahkan Swedia juga telah berinvestasi Ship Building atau bidang perkapalan yang berlokasi di Banyuwangi. Sudah berjalan selama 30 tahun,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama beasiswa dan pertukaran akademik.
Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) guna menjajaki program pendidikan lanjutan, khususnya jenjang doktoral bidang kesehatan (Medical PhD).
"Beliau juga akan ke Unair dan ITS untuk membangun kerjasama beasiswa pendidikan di Swedia. Utamanya pada jenjang Medical PhD bagi mahasiswa Unair," kata Khofifah.
Tidak hanya menyasar pendidikan tinggi, kolaborasi tersebut juga merambah pendidikan menengah, khususnya enam SMA Taruna berbasis boarding school di Jawa Timur.
"Di Indonesia ini, hanya Jawa Timur yang memiliki SMA Negeri berbasis Boarding School yaitu SMA Taruna di enam titik. Di dalamnya adalah anak-anak Best Of The Best dari berbagai daerah tidak hanya Jawa Timur," ujarnya.
Khofifah berharap dukungan dari pihak Swedia dalam peningkatan penguasaan bahasa Inggris bagi para siswa agar memiliki daya saing internasional yang lebih tangguh.
Sementara itu, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert mengatakan kunjungannya bertujuan memperluas jaringan kerja sama antara Pemerintah Swedia dengan wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
"Banyak hal yang dibahas bersama Ibu Gubernur hari ini, diantaranya transportasi, energi, layanan kesehatan dan industri manifaktur. Namun kali ini sektor pendidikan dan transportasi umum akan jadi prioritas kita bersama dalam waktu dekat," ungkapnya.
Ia menambahkan tengah membahas program kerja sama beasiswa dengan dua universitas terkemuka di Jawa Timur, yakni Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Terkait transportasi umum yang menjadi prioritas Pemprov Jatim, ia menyatakan kesiapan Swedia untuk berpartisipasi dengan teknologi yang dimiliki, termasuk di sektor otomotif melalui perusahaan seperti Scania dan Volvo yang telah masuk pasar Indonesia.
"Kaitannya sektor industri yang sangat tumbuh pesat di Jawa Timur, kami akan sangat senang membawa kabar ini kembali ke Swedia. Harapannya nanti akan lebih banyak perusahaan yang berminat untuk melakukan investasi di Jatim," tuturnya.
Berbagai perusahaan besar seperti IKEA, Electrolux, dan H&M disebut telah hadir, dan mereka juga dikabarkan tengah mencari lokasi yang dapat digunakan untuk menjual produk sekaligus sebagai tempat produksi.
Pewarta : Willi Irawan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
