
Ahmad Basarah: Diplomasi internasional cermin cinta Megawati pada RI

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Penasihat Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) Ahmad Basarah menilai kecintaan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terhadap Indonesia tercermin dalam berbagai momentum spiritual maupun diplomasi internasional.
Dalam acara Peringatan Nuzulul Quran di Jakarta, Sabtu (7/3), ia menyampaikan selepas menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, Megawati memilih mengekspresikan rasa syukur dengan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah dan menunaikan umrah di Mekah.
"Di depan Ka'bah, Ibu Mega mendoakan agar bangsa Indonesia tetap utuh, damai, dan sejahtera," ujar Basarah yang mewakili keluarga Megawati dalam acara tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh menyoroti sikap kenegarawanan Megawati, terutama terkait kiprah dan pesan kebangsaan yang Megawati sampaikan dalam lawatan internasional baru-baru ini.
Basarah juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif PP Bamusi yang menggabungkan peringatan Nuzulul Quran dengan tasyakuran atas penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati serta pelaksanaan ibadah umrah bersama kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Anggota MPR RI tersebut berpendapat penghargaan yang diterima merupakan bagian dari pengakuan internasional terhadap kiprah Megawati sebagai tokoh dunia.
Sebelum berkunjung ke Arab Saudi, Megawati juga menghadiri undangan Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) untuk menyampaikan pidato mengenai Pancasila, Trisakti serta peran kepemimpinan perempuan dalam upaya perdamaian global.
Dalam kunjungan yang sama, Megawati juga bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan.
Pertemuan itu membahas tindak lanjut kerja sama riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI dan pihak UEA, khususnya dalam pengembangan teknologi penyulingan air sebagai respons terhadap krisis iklim.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP Bamusi periode 2020-2025 Nasyirul Falah Amru mengatakan Bamusi sejak awal mengikuti dengan saksama aktivitas internasional Megawati di UEA dan Arab Saudi.
Pesan moral dan pesan kenegarawanan yang disampaikan Megawati dari luar negeri, katanya, ditangkap dengan baik oleh seluruh pengurus Bamusi, baik di pusat maupun daerah.
"Doa beliau saat tawaf agar Indonesia tetap bersatu, rukun, dan sejahtera kami aminkan bersama," ujar anggota DPR RI yang akrab disapa Gus Falah itu.
Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PP Bamusi diwarnai nuansa religius dan kebangsaan yang kuat.
Kegiatan juga diisi ceramah oleh Habib Ali Hasan Bahar. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa Al-Quran disebut Al-Quran Al-Karim karena sifatnya yang memberi manfaat luas bagi umat manusia.
"Kata karim berarti dermawan, artinya Al-Quran memberi pemahaman kepada siapa saja yang membacanya, baik yang mengerti bahasa Arab maupun tidak. Tentu yang memberi pemahaman itu Allah SWT. Sementara, Al-Quran menjadi sarananya," ujar Habib Ali.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Dewan Penasihat PP Bamusi Abdullah Azwar Anas serta anggota Dewan Pembina PP Bamusi Daryatmo.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
