Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov Sulteng siap bangun kembali KPN Talaga

Jumat, 8 Mei 2026 21:45 WIB
Image Print
Rapat terbatas rencana pembangunan kembali, Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Kota Palu, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapan untuk membangun kembali, Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala.

Kesiapan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam rapat terbatas di ruang kerja gubernur di Palu, Jumat. Dia menekankan pentingnya KPN Talaga, karena program pangan adalah isu strategis dan menjadi program prioritas nasional.

Rapat itu turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng Reny A lamadjido, Sekdaprov Sulteng Novalina, Kepala Inspektorat, Kepala Brida, Kadis Tananan Pangan dan Holtikultura, Bappeda serta M. Ridha Saleh yang diundang secara khusus untuk menjelaskan KPN.

Pertemuan itu juga mendengarkan perkembangan terakhir, serta langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kegiatan di KPN talaga, pasca diresmikan oleh Wakil Presiden KH Maruf Amin, dua tahun lalu.

Gubernur berharap, dengan dibangunnya kembali KPN, dapat memperkokoh kemandirian pangan daerah, memberdayakan dan meningkatkan ekonomi petani sekaligus mendorong industrialisasi di pedesaan.

Dalam rapat tersebut, M. Ridha Saleh yang juga sebagai Tenaga Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan ketahanan Energi Nasional, menjelaskan, bahwa perizinan KPN Talaga sudah lengkap bahkan infrastruktur pendukung seperti jalan dan air sudah tersedia.

"Sudah ada 200 hektare yang telah dibersihkan, namun pengelolaanya belum maksimal. Walaupun demikian, para petani di sekitar KPN terap beraktivitas," katanya.

Wakil Presiden KH Maruf Amin saat meresmikan KPN Talaga, Rabu (4/10/2023) menekankan agar kehadiran KPN bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan kelestarian ekologi. Pada kawasan yang memiliki luas 1.123 hektare itu, Ma’ruf melihat banyak potensi yang dapat dihasilkan.

“Hadirnya Kawasan Pangan Nusantara harus mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui penguatan sentra produksi pangan serta kapasitas dan kapabilitas sektor pangan, mendekatkan akses modal, meningkatkan daya saing produk lokal dan kelembagaan. Tanpa meninggalkan semangat untuk menjaga kelestarian ekologi,” harapnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026