Logo Header Antaranews Sulteng

Gubernur-Sulteng lakukan tabur bunga dari KRI Teluk Kupang

Selasa, 2 Juni 2026 05:03 WIB
Image Print
Upacara Hari Lahir Pancasila dan Operasi Trisila-26 dari KRI Teluk Kupang-519 di Teluk Palu, Senin (1/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melakukan tabur bunga dari KRI Teluk Kupang-519 di Teluk Palu, dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila dan Operasi Trisila-26.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI AL yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya dalam membantu masyarakat Sulawesi Tengah,” katanya di Palu, Senin.

Menurut dia, laut menyimpan jejak pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam menjaga kedaulatan bangsa. Karena itu, tabur bunga di laut menjadi wujud penghormatan atas jasa perjuangan mereka yang luhur.

Kehadiran KRI Teluk Kupang-519 di Palu merupakan bagian dari Satgas Operasi Trisila-26 Tahap II TNI AL. Rangkaian kegiatan di Palu meliputi upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan tabur bunga, latihan pendaratan amfibi pasukan marinir di Pantai Talise dan misi sosial kemasyarakatan berupa pemeriksaan kesehatan, donor darah, pembagian sembako, pengenalan kapal perang hingga aksi peduli lingkungan.

"Kegiatan ini menunjukkan TNI AL tidak hanya menjadi kekuatan pertahanan maritim negara, tetapi juga mengemban misi sosial dan kemasyarakatan," katanya menegaskan.

Turut serta dalam kegiatan, Pangdam XXIII/PW Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Danlanal Palu Kolonel Marinir Ali Wardana, jajaran forkopimda dan pejabat lingkup provinsi.

Selain itu, gubernur menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan kebijakan publik agar pembangunan yang adil, inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat dapat terwujud.

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” katanya menegaskan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026