Logo Header Antaranews Sulteng

Apdurin: Sulteng perlu siapkan 100 ribu lahan kalau jadi raja durian

Rabu, 3 Juni 2026 08:48 WIB
Image Print
Seorang pekerja sedang menyoroti buah durian di salah satu rumah kemas durian di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/5/2026). (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) mengatakan Sulawesi Tengah (Sulteng) perlu menyiapkan lahan minimal 100 ribu hektare kalau bercita-cita ingin menjadi raja durian dunia.

"Semakin banyak kebun durian maka potensi Sulteng menjadi raja durian bisa terwujud," kata Ketua Apdurin Parigi Moutong Hengky Idrus di Parigi, Rabu, menanggapi pernyataan gubernur berkeinginan Sulteng ingin menjadi raja durian dunia.

Menurut dia, pernyataan itu sebagai isyarat bahwa pengembangan sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah prioritas pemerintah daerah.

Mewujudkan 100 ribu hektare perkebunan durian perlu menggunakan skema perkebunan rakyat, perkebunan perusahaan swasta hingga perkebunan milik Bada Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Selama ini perusahaan daerah di Sulteng belum tertarik berinvestasi bidang perkebunan durian. Padahal bidang usaha ini sangat menjanjikan dari aspek bisnis, karena durian telah menjadi komoditas ekspor, sekaligus telah menjadi komoditas unggulan nasional," ujarnya.

Hengky mengatakan membuka lahan perkebunan durian 100 ribu hektare tidak terlalu berat, apabila program tersebut menjadi agenda bersama dengan pemerintah kabupaten di Sulteng.

"Kami menawarkan kepada pemerintah daerah perlu pembagian secara proposional disesuaikan dengan dengan ketersediaan lahan di 12 kabupaten di Sulteng. Kalau langkah itu diterapkan, menurut kami bisa terealisasi," ucapnya.

"Selain itu petani digerakkan untuk menanam durian di lahan pribadi yang selama ini belum dikelola, dan Apdurin berkomitmen siap mendampingi petani.

Menurutnya tiap hektar kebun durian rata-rata menghasilkan 10 sampai 18 ton buah durian, bila petani intensif melalukan perawatan dan dikelola secara agroindustri.

Dengan jumlah sebanyak itu diperkirakan membutuhkan sekitar 100 rumah kemas dan diperiksa dapat menyerap tenaga kerja sekitar 30 ribu-an.

Menurut data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), luas kebun durian di Sulteng saat ini baru sekitar 36 ribu hektare, lalu 12 ribu hektare diantaranya sudah berproduksi.

"Apdurin siap berkolaborasi dengan pemda untuk percepatan penambahan kebun durian, karena durian telah menjadi komoditas unggulan nasional," tuturnya.

Ia menambahkan sejak Januari hingga Mei 2026 Sulteng telah mengekspor durian beku 6.615 ton setara 245 Kontainer ke Tiongkok, dengan nilai ekspor sebesar Rp490 miliar.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026