Logo Header Antaranews Sulteng

Petani Poboya binaan program CSR CPM panen cabai perdana

Senin, 9 Maret 2026 11:57 WIB
Image Print
PT Citra Palu Minerals (CPM) melalui program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan perusahaan, melakukan panen cabai perdana bersama petani, Minggu (9/3/2026). ANTARA/HO-Humas CPM

Palu (ANTARA) - Puluhan petani cabai dari tiga kelompok tani di Kelurahan Poboya, Kota Palu, melakukan panen perdana cabai bersama perusahaan tambang PT Citra Palu Minerals (CPM) melalui program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan perusahaan, Minggu (9/3).

Panen bersama tersebut berlangsung di lahan milik Kelompok Tani Mitra Poboya yang menjadi salah satu lokasi pengembangan program cluster cabai dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT CPM.

Supervisor PPM-CSR PT CPM, Zulkifli Salingkat, mengatakan program pengembangan cabai tersebut melibatkan tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Mitra Poboya, Kelompok Tani Taruma Jaya, dan Kelompok Tani Povalavavu.

Ia menjelaskan program tersebut mencakup penanaman sekitar 10 ribu bibit cabai yang tersebar di lahan seluas satu hektare sebagai percontohan pengembangan pertanian cabai di wilayah tersebut.

“Luasan tanam kali ini mencapai satu hektare dengan sekitar 10 ribu bibit cabai. Pada panen perdana hari ini kami memanen sekitar 1.400 pohon cabai di lahan salah satu kelompok tani Mitra Poboya,” kata Zulkifli.

Menurut dia, dari total bibit yang ditanam oleh tiga kelompok tani, potensi hasil panen diperkirakan dapat mencapai sekitar 200 kilogram cabai dalam satu kali panen.

Zulkifli mengatakan program cluster cabai merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Ini merupakan bagian dari program PPM-CSR PT Citra Palu Minerals yang kami namakan pengembangan cluster cabai. Selain cabai, ada juga beberapa program pertanian lain seperti penanaman bawang merah di Tanamodindi dan beberapa wilayah lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan perusahaan tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga melakukan pendampingan kepada para petani mulai dari tahap awal budidaya hingga pemasaran hasil panen.

“Kami melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemberian bibit, pupuk, pelatihan teknik budidaya hingga panen. Bahkan kami juga mendampingi petani dalam hal pemasaran hasil panen,” katanya.

Ia menyebutkan proses budidaya cabai hingga panen pertama membutuhkan waktu sekitar enam bulan sejak bibit ditanam.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mitra Poboya, Bantu, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan perusahaan kepada para petani di wilayah tersebut.

“Kami difasilitasi oleh PT CPM dengan pemberian bibit cabai. Hari ini kami mengundang pihak perusahaan untuk panen bersama agar mereka juga bisa melihat langsung hasil dari tanaman yang kami kembangkan,” katanya.

Menurut dia, hasil panen cabai tersebut langsung dipasarkan, terlebih harga cabai di pasaran saat ini mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram.

“Hasil panen cabai ini tentu langsung kami pasarkan. Bahkan sudah ada pengepul yang biasa membeli hasil panen kami di pasar,” ujar Bantu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai aktif membantu para petani melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026