Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Donggala ajak lintas sektor tangani stunting secara terpadu

Jumat, 13 Maret 2026 11:44 WIB
Image Print
Bupati Donggala Vera Elena Laruni memberikan penghargaan kepada Camat Tanantovea karena berhasil menurunkan kasus stunting pada 2025 di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Pemkab Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengajak seluruh lintas sektor melakukan penanganan stunting di daerah tersebut secara terpadu.

"Jadi penanganan stunting harus dikerjakan secara bersama-sama mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, akses air bersih serta sanitasi hingga penguatan peran keluarga dan edukasi masyarakat," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni di Banawa, Jumat.

Ia mengemukakan pentingnya kegiatan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tematik stunting guna memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah, termasuk memastikan program yang direncanakan tepat sasaran.

"Tentunya persoalan stunting ini harus menjadi perhatian seluruh pihak karena memang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang," ucapnya.

Target prevalensi stunting di Donggala pada 2026 ditetapkan 24,3 persen.

"Untuk capaian hingga saat ini masih berada di angka 29,6 persen sehingga pemerintah daerah bertugas untuk segera menurunkan angka tersebut," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah daerah juga menargetkan prevalensi stunting 24,3 persen pada 2026 dan turun menjadi 23,8 persen pada 2027.

"Terdapat sejumlah kecamatan di Donggala berhasil menekan angka stunting selama tahun 2025 seperti Sojol, Sindue Tobata, dan Tanantovea," kata dia.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026