
Bupati-Morowali minta generasi muda lestarikan tradisi Montunu Hulu

Palu (ANTARA) - Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf meminta masyarakat khususnya generasi muda untuk menjaga dan melestarikan Festival Montunu Hulu yang merupakan tradisi warisan leluhur serta bagian dari kearifan lokal masyarakat Bungku.
Sekitar 2.000 siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengikuti pawai obor dalam tradisi Montunu Hulu.
"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Bungku agar tradisi ini tidak dipandang sebelah mata. Kita harus benar-benar mengokohkan dan mempertahankannya dengan sebaik mungkin agar tetap hidup sepanjang masa,” kata dia dalam keterangan di Palu, Selasa.
Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut harus dikokohkan dan dipertahankan dengan sebaik mungkin agar tetap hidup sepanjang masa dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas masyarakat Bungku.
Selain pawai obor, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional, hadrah dari siswa MTs Sakita, serta musik religi.
Kepala Dinas Pendidikan Morowali Arifin Lakane mengatakan kegiatan Montunu Hulu bagian dari upaya mengembangkan sekaligus melestarikan tradisi dan budaya Bungku di tengah masyarakat.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, kegiatan Montunu Hulu merupakan upaya pengembangan dan pelestarian tradisi dan budaya Bungku untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kearifan lokal masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.
Menurut dia, tradisi Montunu Hulu juga memiliki makna spiritual bagi masyarakat Morowali. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyambut datangnya malam Lailatulqadar yang diyakini hadir pada malam-malam ganjil di penghujung bulan suci Ramadhan.
“Montunu artinya membakar sedangkan hulu artinya obor, jadi Montunu Hulu berarti membakar obor,” katanya.
Ia menjelaskan dalam sejarah Kerajaan Bungku, obor memiliki makna sebagai penerang kegelapan pada malam-malam Ramadhan.
Menurut dia, tradisi menyalakan obor dilakukan agar suasana malam menjelang Idul Fitri menjadi terang benderang.
Ia mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu sarana pelestarian kearifan lokal masyarakat Bungku sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi dan budaya daerah di Kabupaten Morowali.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
