Logo Header Antaranews Sulteng

Layanan kebersihan di Palu tetap beroperasi selama libur Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 15:58 WIB
Image Print
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palu, Ibnu Mundzir. (ANTARA/HO-DLH Palu)

Palu (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan layanan kebersihan tetap beroperasi mengangkut sampah rumah tangga selama masa libur Lebaran 2026.

“Petugas tetap melayani pengangkutan sampah. Jam kerja mereka sudah diatur, kami menerapkan sistem piket supaya kerja-kerja pelayanan kebersihan tetap maksimal,” kata Sekretaris DLH Palu Ibnu Mundzir di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan selama Ramadhan DLH Palu mengkalkulasi rata-rata timbulan sampah di Ibu kota Sulawesi Tengah meningkat sekitar 10 sampai 20 persen.

Kondisi itu tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat, karena intensitas memasak rumah tangga meningkat pada momen menjelang berbuka puasa, maka sisa-sisa bahan makanan digunakan sudah pasti menjadi sampah.

“Maka Program Ramadhan Ramah Lingkungan dan Diet Plastik akan diterapkan pada momen Lebaran, sebagai bagian dari upaya menekan timbulan sampah rumah tangga,” ujarnya.

DLH mengingatkan pada momen Idul Fitri Diet Sampah perlu menjadi perhatian bersama dan dianjurkan Shalat Id di ruang terbuka sebaiknya membawa tikar atau alas yang dapat digunakan kembali, guna mencegah dan menekan timbulan sampah pada tempat-tempat ramai.

Ia juga mengimbau warga bijak mengonsumsi makanan saat Lebaran, karena food waste atau sampah sisa makanan sangat berpotensi melonjak saat hari raya.

“Mungkin orang-orang menganggap sampah sisa makanan hal sepele, justru hal ini menjadi masalah besar bila tidak dikelola dengan baik. Perlu penekanan bijak mengonsumsi makanan,” ucap Ibnu.

Ia menambahkan Kota Palu gencar melakukan pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, baik itu di pusat perbelanjaan, pusat kuliner, perkantoran, hingga rumah tangga.

Langkah itu bagian dari komitmen menjaga kelangsungan lingkungan hidup, menurut data DLH Palu, rata-rata timbulan sampah di ibu kota Sulteng mencapai 170 ton per hari, terdiri atas 71 persen sisa makanan, 11 persen sampah plastik, dan sisanya logam serta jenis lain.

“Setiap orang berkontribusi terhadap sampah, maka sudah seharusnya warga lebih peka terhadap kebersihan. Sudah saatnya mengedepankan kebersihan, paling sederhana dimulai di tingkat keluarga,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026