
DLH Kota Palu segera terapkan program Ramadhan ramah lingkungan

Palu (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu segera menerapkan program Ramadhan ramah lingkungan dan diet plastik di ibu kota Sulawesi Tengah, sebagai upaya pemerintah menekan timbulan sampah.
"Kebijakan ini ditindaklanjuti dengan surat edaran Wali Kota Palu untuk segera diterapkan di pasar takjil maupun tempat-tempat berpotensi menimbulkan sampah plastik," kata Sekretaris DLH Kota Palu Ibnu Mundzir di Palu, Jumat.
Dia menjelaskan pada program itu ada empat poin penting yang harus menjadi perhatian masyarakat, yakni pembatasan kemasan plastik dan styrofoam sekali pakai di pasar takjil dan masyarakat dianjurkan membawa wadah saat berbelanja sehingga potensi penumpukan sampah plastik dapat ditekan.
Kemudian untuk rumah ibadah (masjid), jamaah saat buka puasa dianjurkan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sebaiknya menggunakan wadah berupa piring maupun gelas supaya bisa dicuci dan digunakan kembali.
"Kalau pun menggunakan kemasan plastik, kami minta pengurus masjid melakukan pemilahan, supaya mudah proses sortir untuk selanjutnya diolah di TPS3R maupun bank sampah. Aturan itu dituangkan ke dalam surat edaran Wali Kota," ujarnya.
Ia mengemukakan, Kota Palu saat ini gencar melakukan pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali, baik itu di pusat perbelanjaan, pusat kuliner, perkantoran hingga rumah tangga.
Lalu kebijakan selanjutnya pembatasan pengguna makanan atau sampah makanan, karena beberapa tahun terakhir di momen puasa justru sampah jenis itu cukup banyak.
Menurut data DLH Palu, rata-rata timbulan sampah di ibu kota Sulteng mencapai 170 ton per hari, terdiri atas 71 persen sisa makanan, 11 persen sampah plastik, dan sisanya logam serta jenis lain.
"Kami terus berbenah di bidang kebersihan, karena Palu saat ini sedang gencar menata kawasan perkotaan supaya daerah ini lebih tertib, nyaman, aman dikunjungi semua orang dan memiliki nilai estetika yang baik," katanya.
Dia menandakan, mengubah kebiasaan masyarakat tertib membuang sampah dan hidup bersih tidak cukup dalam waktu singkat, perlu keterlibatan semua pihak supaya kesadaran itu semakin tumbuh hingga menjadi budaya.
"Kebijakan diambil Pemkot Palu tidak lain untuk kemajuan daerah di masa depan," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
