Logo Header Antaranews Sulteng

Palu benahi sisi belakang kota demi pemerataan pembangunan lingkungan

Minggu, 29 Maret 2026 15:17 WIB
Image Print
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid (jaket hitam) bersama jajaran meninjau sejumlah wilayah untuk mengecek kebersihan kota pasca lebaran, Jumat (27/3/2026). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu gencar membenahi sisi belakang perkotaan demi pemerataan pembangunan berbasis lingkungan di ibu kota Sulawesi Tengah.

"Halaman belakang kota atau kawasan paling kecil tidak luput dari pengawasan kebersihan. Setelah pak wali kota melakukan peninjauan beberapa waktu lalu masih banyak masalah lingkungan ditemukan pada sisi belakang perkotaan," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Ibnu Mundzir di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan Wali Kota dan jajaran dua hari berturut-turut sejak Kamis (26/3) hingga Jumat (27/3) menyusuri sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap tim bulan sampah menggunakan sepeda motor.

Langkah dilakukan kepala daerah tersebut apa yang dinamakan urban akupuntur, metode dengan pendekatan desain kota yang melibatkan intervensi kecil, taktis, dan strategis pada titik-titik bermasalah untuk memulihkan, merevitalisasi, serta meningkatkan kualitas ruang publik secara keseluruhan.

"Saat ini wajah depan kota dianggap sudah mulai kondusif dari sampah, sekarang penataan kawasan belakang kota menjadi salah satu prioritas ke depan dengan pola penanganan secara terpadu lintas instansi di lingkungan Pemkot Palu," ujanrya.

Secara spesifik urban akupuntur merupakan pola perbaikan lingkungan yang difokuskan pada revitalisasi skala kecil namun memberikan dampak signifikan terhadap kebersihan kota.

"Tadinya kawasan itu kumuh kemudian diubah menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, baik itu untuk taman maupun untuk kegiatan sosial lainnya dengan melibatkan partisipasi komunitas," ucap Ibnu.

Khusus DLH, paparnya, berfokus pada identifikasi maupun perumusan masalah penanganan timbulan sampah liar secara sporadis di berbagai tempat, lalu ditindaklanjuti dengan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir. (ANTARA/HO-DLH Palu)

Kemudian penanganan lanjutan dilakukan lewat kolaborasi antar instansi supaya tercipta kerja terpadu yang berkelanjutan guna menekan efek domino dalam permasalahan kebersihan.

"Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bekerja terintegrasi, langkah-langkah ini yang menjadi harapan pimpinan daerah. Sebagai instansi teknis terkait kami selalu berupaya mengurai masalah persampahan dengan pendekatan pemberdayaan dan kolaborasi untuk memunculkan solusi dalam penanganannya," kata dia menuturkan.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), produksi sampah di ibu kota Sulawesi Tengah tahun 2025 mencapai 79.726 ton atau rata-rata sekitar 218 ton per hari.

"Melalui konsolidasi dan transformasi penanganan secara terpadu diharapkan produksi sampah di kota ini semakin tertekan serta kota semakin tertata, karena kebersihan merupakan salah satu dari 53 program prioritas Pemkot Palu. Wali Kota juga segera menjadwalkan pertemuan lintas sektor membahas percepatan penanganan lanjutan," kata dia lagi.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026