
Pelni minta masyarakat manfaatkan diskon tiket sebelum habis

Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni (Persero) meminta masyarakat agar memanfaatkan program stimulus ekonomi diskon transportasi kapal penumpang pada Idul Fitri 1447 Hijriah sebelum program tersebut habis
“Kami mencatat program ini sudah terserap 72 persen atau setara 338.474 tiket dari total anggaran Rp42,3 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda di Jakarta, Kamis.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang masih berencana mudik menggunakan kapal Pelni dapat segera memesan tiket diskon melalui saluran pembelian resmi agar tidak kehabisan kuota.
“Dengan sisa kuota diskon sekitar 28 persen, kami mengimbau masyarakat yang belum memesan tiket untuk segera membeli sebelum kehabisan," ujarnya.
Pelni pun akan terus memantau penyerapan program stimulus ekonomi diskon transportasi. “Jika kuota diskon transportasi telah habis, maka tarif tiket akan kembali ke harga normal," kata Ditto.
Program stimulus ekonomi yang dibuka sejak 11 Februari 2026 ini masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan hingga 5 April 2026.
Hingga 19 Maret 2026, lanjut dia, penjualan tiket diskon transportasi telah mencapai sekitar 76 persen dari proyeksi penerima diskon sebanyak 445.534 tiket.
Adapun realisasi penumpang diskon periode keberangkatan 11 – 19 Maret 2026 sebanyak 168.819 orang. Sementara keberangkatan penumpang diskon tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 yaitu sebanyak 27.790 penumpang.
Menurut dia, tingginya animo masyarakat terhadap diskon ini turut didorong oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang berlaku beberapa hari lalu.
"Total penjualan tiket diskon untuk periode arus mudik keberangkatan 11 hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 200.346 tiket,” katanya.
Sementara puncak arus mudik secara keseluruhan telah terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.131 penumpang.
“Angka ini meningkat sekitar 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 27.741 penumpang,” ujar Ditto.
Pelni, tambah dia, akan tetap memperhatikan keselamatan pelayaran. “Kami selalu berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan dalam memperhatikan kapasitas maksimal di atas kapal,” ucapnya.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
