Logo Header Antaranews Sulteng

Iran sebut ancaman AS serang energi Iran sebagai kejahatan perang

Senin, 6 April 2026 11:31 WIB
Image Print
Personel keamanan Israel dan petugas tanggap darurat terlihat di lokasi terdampak serangan rudal Iran di Haifa, Israel utara, Minggu (5/4/2026). Empat orang hilang dan empat lainnya terluka setelah sebuah rudal dari Iran menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Haifa, sebuah kota di Israel utara pada hari Minggu (5/4). ANTARA FOTO/JINI via Xinhua/wsj.

Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran merupakan "pengakuan kejahatan perang," kata Kementerian Luar Negeri Iran, Minggu (5/4).

“Menteri Luar Negeri Iran, juga menyinggung ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” demikian pernyataan kementerian melalui Telegram, menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Menlu Iran itu menyeru Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk segera mengutuk serangan AS terhadap fasilitas Iran, mengingat Washington telah menyerang infrastruktur industri dan energi, pendidikan, medis, dan nuklir Iran sejak awal serangan militer ke Iran

AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari, dan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan meluncurkan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri.

Iran juga telah membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026