
Lapas Perempuan Palu dorong warga binaan mandiri lewat pertanian

Sigi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu mendorong seluruh warga binaan dapat melakukan kegiatan pertanian produktif melalui program pembinaan kemandirian.
"Jadi warga binaan ini dengan adanya program pertanian produktif bisa panen sayuran sebanyak 16 kilogram yang terdiri dari kacang panjang sebanyak 5 kilogram dan terong sebanyak 11 kilogram dari lahan pertanian yang berada di luar area tembok lapas," kata Kepala Lapas Perempuan Palu Yoesiana di Sigi, Sabtu.
Ia mengemukakan kegiatan pertanian tersebut sebagai bagian dari pembinaan positif bagi warga binaan di Lapas Perempuan Palu.
"Untuk lahan pertanian yang digunakan ini sebelumnya merupakan lahan tidur yang kini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan lapas," ucapnya.
Menurut dia, program pembinaan itu merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan serta peningkatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.
"Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan dapat berjalan secara positif dan produktif," sebutnya.
Ia menuturkan kegiatan pertanian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun semangat dan rasa tanggung jawab bagi warga binaan.
"Harapannya melalui kegiatan seperti ini kami ingin memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, warga binaan mampu berkarya dan produktif," kata dia.
Yoesiana menyebutkan keterlibatan aktif warga binaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pertanian produktif tersebut.
"Program pertanian ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai media pembinaan yang produktif, sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan bagi warga binaan untuk bekal setelah kembali ke masyarakat," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
