Logo Header Antaranews Sulteng

Pelaku deklarasi Malino I-II beri kesaksian ceramah JK sesuai sejarah

Selasa, 21 April 2026 15:30 WIB
Image Print
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama para pelaku sejarah deklarasi Malino I di Poso, dan Malino II di Maluku dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Muhammad Rizki

Jakarta (ANTARA) - Para pelaku sejarah deklarasi damai Malino I di Poso dan Malino II di Maluku memberikan kesaksian bahwa ceramah Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) di UGM sesuai narasi sejarah.

Berdasarkan pantauan ANTARA, pertemuan para tokoh dalam perundingan konflik di Poso dan Maluku digelar pada pukul 10.00 WIB di Jakarta, Selasa, berlangsung selama dua jam.

Forum tersebut dilaksanakan secara terbuka dan menyepakati perdamaian menanggapi polemik isi ceramah JK di UGM pada Kamis (5/3).

Salah satu pelaku sejarah dari delegasi deklarasi Malino II di Maluku John Ruhulessin mengatakan muatan ceramah sesuai fakta sosiologis yang terjadi.

John membenarkan JK sebagai perwakilan negara dalam perundingan damai mendatangi langsung masyarakat di Ambon, Maluku serta memahami kondisi konflik yang terjadi.

Menurut dia, ceramah JK tersebut tidak bermaksud menistakan agama Kristen.

"Bapak JK tidak pernah membicarakan tentang sebuah doktrin agama. Kalau pada waktu itu doktrin agama itu diberlakukan, saya yakin tidak akan terjadi konflik di Maluku, tetapi justru ketika itu, agama dipakai sebagai alat legitimasi kekerasan dan pembunuhan yang terjadi," ujarnya.

Sementara, pihak delegasi perundingan Malino I di Poso, Pendeta Rinaldi Damanik meminta masyarakat untuk mencermati bahwa ceramah JK di UGM sesuai narasi sejarah yang sebenarnya.

"Karena itu, kami berharap siapapun dia yang kontra terhadap apa yang disampaikan oleh Pak JK, mari belajar tentang kasus itu. Lihat dulu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi Dudung Amadung Abdullah menyampaikan isi ceramah yang diduga menistakan agama itu tidak ada delik pidana dalam muatan narasi yang disampaikan.

"Menurut hemat kami. setelah kami menelaah apa yang disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla di UGM, tidak ada satupun delik yang menunjukkan beliau melakukan penistaan terhadap agama," ucapnya.

Untuk itu, ia mengungkapkan pertemuan tersebut menjadi momen yang tepat untuk bagi setiap perwakilan antarumat beragama menenangkan kondisi terkait permasalahan tersebut.

"Barangkali sekali lagi ini momen bagi kita untuk sama-sama menenangkan umat kita masing-masing," katanya.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026