Logo Header Antaranews Sulteng

Donggala libatkan lintas sektor atasi kemiskinan ekstrem

Rabu, 22 April 2026 19:07 WIB
Image Print
Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan. ANTARA/HO-Pemkab Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan seluruh lintas sektor, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan penanganan angka kemiskinan di daerah tersebut secara terpadu.

"Saat ini pemerintah daerah fokus untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem dengan jumlah masyarakat dalam kelompok desil 1 mencapai 5.000 jiwa di Kabupaten Donggala," kata Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan saat ditemui awak media di Banawa, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa penanganan kelompok rentan atau masyarakat miskin ekstrem tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi melalui sinergi lintas OPD.

"Tentunya penanganan kemiskinan harus secara menyeluruh. Jika Dinas Perkim membangun rumah tidak layak huni (RTLH), maka sanitasinya harus dipastikan ada, dan dinas terkait lainnya harus masuk untuk mengintervensi urusan kesehatan serta pendidikannya," ucapnya.

Ia menuturkan peran lainnya dapat dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat dalam menekan beban pengeluaran masyarakat miskin.

"Jadi melalui bantuan bibit tanaman maupun penyediaan sembako murah bisa menjadi salah satu langkah efektif guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tingkat rumah tangga," sebutnya.

Taufik menyebutkan, seluruh OPD menggunakan satu data kemiskinan yang sama dalam penyusunan program dan anggaran, sehingga program yang dijalankan ke depan dapat tepat sasaran dan efektif.

"Ke depan semua OPD harus menyusun program yang saling mendukung. Tidak boleh lagi ada dinas yang berjalan sendiri-sendiri jika kita ingin angka kemiskinan turun secara signifikan," kata dia.

Pemkab Donggala mencatat tingkat kemiskinan ekstrem di daerah itu pada 2024 mencapai 47.680 jiwa atau setara 15,30 persen.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026