
Pemkab Donggala terapkan seleksi paskibraka berbasis digital

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di daerah tersebut dilakukan berbasis digital.
"Jadi ujian tertulisnya melalui aplikasi BPIP dan saat ini pemerintah daerah sedang turun ke lapangan untuk melakukan tes fisik dan kesehatan untuk peserta yang lolos tahap sebelumnya," kata Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kabupaten Donggala Abdul Jabar saat ditemui awak media di Banawa, Rabu.
Ia menuturkan pihaknya menerapkan sistem zonasi dalam pelaksanaan seleksi calon Paskibraka tersebut.
"Untuk wilayah seleksi ini terbagi menjadi empat zona yakni zona satu Dampelas, Balaesang Tanjung dan Balaesang, zona dua Sirenja dan Sindue, zona tiga Banawa, Banawa Tengah dan Banawa Selatan, serta zona empat yakni Kecamatan Rio Pakava," ucapnya.
Menurut dia, sebanyak 111 orang dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala mengikuti tahapan tes fisik dan kesehatan.
"Jadi dari 111 orang ini, hanya 32 orang nantinya terpilih karena memang kuotanya terbatas," sebutnya.
Ia mengemukakan proses seleksi calon paskibraka di Donggala dilakukan secara transparan karena penilaian dikontrol secara langsung melalui sistem aplikasi milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Kriterianya jelas yakni tinggi badan harus memenuhi syarat untuk putra 170 sampai 180 cm dan putri 165 hingga 175 cm, jika di bawah itu maka belum bisa lolos menjadi paskibraka," kata dia.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
