Logo Header Antaranews Sulteng

Sebanyak 77 jiwa terdampak banjir di Pagimana

Minggu, 17 Mei 2026 12:46 WIB
Image Print
Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai mulai membersihkan rumah dari material banjir. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 77 jiwa terdampak banjir di Desa Uwedaka, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.

“Curah hujan tinggi mengakibatkan drainase meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga di Dusun I dan Dusun II,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (15/5) sore. Luapan air dari drainase yang tidak mampu menampung debit air kemudian merendam permukiman warga.

BPBD Sulteng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai, kata dia, telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan dampak bencana.

Berdasarkan asesmen, lanjutnya, sebanyak 21 rumah terdampak banjir, masing-masing 11 rumah di Dusun I dan 10 rumah di Dusun II. Sementara itu 44 jiwa terdampak, yang terdiri atas lima orang lanjut usia (lansia) dan empat balita di Dusun I. Sedangkan di Dusun II terdapat 33 jiwa terdampak, termasuk enam orang lansia dan dua balita.

Dia mengatakan tidak ada korban jiwa maupun warga mengungsi dalam peristiwa ini. Namun sejumlah warga masih melakukan pembersihan rumah dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir.

“Air sudah surut, namun masyarakat masih membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing,” ujar Asbudianto.

Ia menyebutkan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak saat ini yakni pembangunan plat duiker serta pelebaran dan peninggian drainase guna mengurangi risiko banjir serupa terjadi kembali ketika curah hujan tinggi.

Asbudianto juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Banggai dalam beberapa waktu ke depan.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026