Logo Header Antaranews Sulteng

KSP ajak masyarakat tingkatkan kesadaran melindungi data pribadi

Selasa, 2 Juni 2026 20:45 WIB
Image Print
Ilustrasi serangan siber. ANTARA/HO-BPPTIK

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam melindungi data pribadi di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

"Kesadaran perlindungan data pribadi ini harus menjadi perhatian bersama, karena ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," kata Dudung dalam keterangan resmi Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Selasa.

Ia menyebut bahwa serangan siber tidak hanya menyasar individu, tapi juga lembaga pemerintah, sektor ekonomi dan pelayanan publik bahkan sampai menyangkut keamanan nasional.

Ancaman siber itu dapat berupa pencurian data pribadi, penipuan, peretasan dan propaganda radikalisme.

Merujuk kepada data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), memperlihatkan jumlah serangan siber pada 2025 mencapai 5,5 miliar serangan.

Jumlah itu memperlihatkan kenaikan 714 persen jika dibandingkan rata-rata serangan dalam periode 2020-2024.

Tren peningkatan tersebut berlanjut pada awal 2026, dengan periode 1 Januari hingga 15 April 2026 tercatat 1,52 miliar serangan siber.

Dudung memastikan bahwa pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memperkuat sistem keamanan siber nasional.

"Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu," katanya.

Terkait hal itu, dia menyebut masyarakat memiliki peran sangat penting dalam menjaga keamanan digital.

"Kita harus lebih bijak menggunakan media sosial, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi informasi palsu maupun tindakan penipuan digital," demikian Dudung Abdurachman.



Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2026