
Pemkab Morowali Utara komitmen tingkatkan cakupan kepesertaan Jamsostek

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah berkomitmen meningkatkan cakupan kepesertaan lewat program Jaminan Sosial Ketenangan (Jamsostek) sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko kerja.
"Perlindungan masyarakat melalui Jamsostek merupakan bagian dari tanggung jawab negara yang harus dirasakan seluruh pekerja, tanpa terkecuali," kata Bupati Morowali Utara Delis J Hehi melalui keterangan tertulis diterima di Palu, Senin.
Ia mengemukakan pesatnya pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi di Morowali Utara, terutama pada sektor industri, pertambangan, perkebunan, dan usaha mikro, harus diimbangi dengan sistem perlindungan sosial yang kuat dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Pemkab Morut ingin memastikan setiap pekerja di daerah itu memiliki rasa aman dalam bekerja karena terlindungi Jamsostek.
Ia mengatakan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari manfaat program tersebut.
"Kami mengoptimalkan peran agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) sebagai mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum tersentuh layanan, seperti petani, nelayan, pekerja rentan, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal di wilayah pedesaan," ucapnya.
Menurut data Pemkab Morut kurang lebih 34 ribu pekerja rentan telah terlindungi program Jamsostek, maka kolaborasi dengan BPJAMSOSTEK bukan sekadar memperluas jumlah peserta, tetapi membangun budaya perlindungan sosial di tengah masyarakat.
Semakin banyak pekerja yang terlindungi, katanya, semakin kuat fondasi kesejahteraan keluarga dan semakin tangguh daerah menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi.
"Kami juga melakukan harmonisasi regulasi daerah maupun mengoptimalkan dukungan kebijakan dan penganggaran guna memastikan keberlanjutan program sebagai penguatan jaringan kepesertaan," ujarnya.
Ia mengharapkan optimalisasi kerja sama tersebut, meningkatkan cakupan kepesertaan secara signifikan, sekaligus mempercepat akses layanan Jamsostek bagi masyarakat hingga wilayah-wilayah terpencil.
Sinergitas antara pemerintah daerah dan BPJAMSOSTEK dipandang sebagai langkah strategis dalam menunjang agenda pembangunan nasional, khususnya memperkuat sistem perlindungan sosial bagi pekerja, sebagaimana diamanatkan dalam sistem jaminan sosial nasional.
"Melalui perluasan kepesertaan kami berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan," kata Delis.
Ia menambahkan komitmen itu telah disampaikan dalam pertemuan Pemkab Morut dan BPJAMSOSTEK pada rapat koordinasi tindak lanjut kerja sama kedua belah pihak berlangsung di Jakarta pada Jumat (3/7).
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
