Logo Header Antaranews Sulteng

PBB kagumi pelaksanaan program JKN Indonesia

Jumat, 21 Desember 2018 06:39 WIB
Image Print
Ilustrasi (http://www.jkn.kemkes.go.id)
Karena hanya dalam kurun waktu enam tahun, program ini telah massif dan banyak pesertanya

Surabaya, (Antaranews Sulteng) - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengagumi praktik pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

"Karena hanya dalam kurun waktu enam tahun, program ini telah massif dan banyak pesertanya," kata kader BPJS Kesehatan Puji Astutik dalam acara "media gathering" yang digelar BPJS Kesehatan di Surabaya, Kamis malam.

Kader BPJS Kesehatan asal Kabupaten Sidoarjo ini sengaja diundang hadir dan menjadi pembicara, karena merupakan kader BPJS Kesehatan yang menghadiri forum PBB mewakili Indonesia membahas program jaminan kesehatan nasional.

Ia juga sukses menekan angka tunggakan iuran peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat) di Sidoarjo, Jawa Timur, dan berhasil menyisihkan ratusan kader BPJS Kesehatan lainnya yang diseleksi untuk mewakili Indonesia.

Puji dalam kesempatan itu menuturkan, program JKN di luar negeri seperti Jepang, baru sukses setelah pesertanya masif, dan membutuhkan waktu puluhan tahun.

Ia kemudian berkesempatan bertukar pengalaman tentang perannya sebagai kader BPJS Kesehatan di forum PBB.

"Dari sana, mereka mengakui bahwa pelaksanaan JKN di Indonesia luar biasa dan sangat cepat dibanding negara-negara lain," katanya.

Hanya saja, kata dia, meski Indonesia diakui sebagai negara bagus dalam pelaksanaan program BPJS Kesshatan, perbaikan tentang pelaksanaan program ini, terutama dalam hal penertiban iuran perlu terus diperbaiki.

"Di Jepang dan negara-negara lain di luar negeri, kader ini merupakan profesi, bukan sampingan seperti saya," katanya.

Hal itu terjadi, katanya, karena pekerjaan sebagai kader di lapangan berat, yakni membutuhkan keterampilan dan keahlian dalam menyadarkan masyarakat untuk mengikuti program yang telah dicanangkan oleh negara.

"Di Indonesia kan masih belum. Kader dipandang sebagai pejerjaan sampingan," kata Puji Astutik.

Selain kader BPJS Kesehatan terbaik, narasumber lainnya yang juga hadir dalam acara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jawa Timur dr Handaryo dan Kepala Rumah Sakit Dr Ramelan I Dewa Gede Nalendra.

Handaryo menyampaikan materi tentang ketentuan terbaru BPJS Kesehatan sebagaimana diatur dalam Peratusan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, sedangkan Nalendra menyampaikan tentang pola pengelolaan manajemen rumah sakit di era JKN-KIS.



Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026